PT SOLID GOLD | VOLATILITAS TINGGI PEKAN INI

PT SOLID GOLD
PT SOLID GOLD

PT SOLID GOLD – HARGA EMAS BERGERAK DENGAN VOLATILITAS TINGGI PEKAN INI

PT SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas bergerak tipis disesi pembukaan perdagangan pada hari Senin (05/April) setelah Paskah, dengan kenaikan imbal hasil dan saham Amerika Serikat mungkin melemahkan selera bullish untuk harga emas, ketika pasar sebagian besar ditutup, pada data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan terciptanya 916k lapangan pekerjaan secara musiman pada bulan Maret, menandai kenaikan terbaik sejak Agustus.

Emas mengalami nasib terburuknya dalam lebih dari 4 tahun terakhir di kuartal pertama. Harga emas telah mencetak pelemahan sebesar 10 % disepanjang 3 bulan pertama tahun ini. Memasuki awal kuartal kedua harga emas cenderung berada di level $ 1.730/troy ons atau naik setelah ambles ke $ 1.685/troy ons. Pada perdagangan ketiga bulan April ini harga emas cenderung stagnan.

Yield obligasi pemerintah Amerika Serikat dan greenback dollar Amerika Serikat masih harus terus dipantau. Kombinasi keduanya bisa membuat pasar saham serta harga emas mengalami koreksi. Di sisi lain prospek perekonomian Amerika Serikat yang lebih cerah berpeluang menaikkan dollar Amerika Serikat. Sepekan lalu indeks yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang lain tersebut mengalami kenaikan 0,28 %.

Kenaikan greenback juga disebabkan karena data ketenagakerjaan yang ciamik. Data Jumat menunjukkan angka penciptaan lapangan kerja Amerika Serikat non-pertanian melonjak 916k. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak Agustus lalu. Data untuk Februari direvisi naik dan menunjukkan 468k lapangan pekerjaan baru, bukan dari 379 k yang dilaporkan sebelumnya. Data ketenagakerjaan yang apik menjadi sentimen positif untuk dollar Amerika Serikat.

Tidak hanya data ketenagakerjaan saja, rencana Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk membangun infrastruktur senilai US $ 2 triliun juga dinilai akan meningkatkan output perekonomian Amerika Serikat sebesar 0,5 sampai 1 poin persentase pada 2022. Kendati masih terkendala di level legislatif, tetapi outlook perekonomian yang lebih baik bisa mendorong penguatan dolar dan berakhir akan menekan emas.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, sentimen harus dipantau adalah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) perlu mendapatkan perhatian kedua dari pelaku pasar. Lembaga yang dinakhodai Jerome Powell tersebut akan merilis risalah rapat (minutes meeting) pada Rabu yang bakal blak-blakan membuka latar-belakang pengambilan kebijakan moneter mereka pada Maret.

Investor bakal memantau komentar dan nada sikap pejabat The Fed mengenai arah inflasi. Dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat dan harga komoditas utama dunia lainnya, investor memandang stimulus US $ 1,9 triliun dan program infrastruktur Presiden Amerika Serikat Joe Biden senilai US $ 2 triliun menjadi bensin bagi lonjakan inflasi.

Sementara, bank sentral Amerika Serikat Jerome Powell dijadwalkan hadir di panel diskusi yang digelar Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada Kamis. Pasar perlu memantau apakah ada pernyataan The Fed yang menyinggung mengenai valuasi pasar yang terus meninggi, dan juga kestabilan keuangan global akibat kebijakannya yang nekad mempertahankan suku bunga sekalipun inflasi Amerika Serikat melebihi angka 2 %.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, pekan ini sentimen terhadap emas cenderung terpecah. Analis Wall Street cenderung bullish sementara investor main street cenderung bearish. Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Kitco. Sebanyak 11 dari 15 analis Wall Street atau 73 % dari responden yang disurvei memperkirakan harga emas bakal naik. Berbeda dengan Wall Street, investor main street malah bearish, karena mayoritas responden sebanyak 44 %
meramal harga emas bakal turun.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1743/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1763/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1700/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 17688/troy ons dan support 3
$ 1676/troy ons.
PT SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2235 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*