solid-goldberjangka.com – Berawal dari hobinya mengumpulkan batik, Maharsi Anindyajati atau disapa Nina akhirnya memilih untuk membuka butik meskipun saat itu hanya kain batik saja yang dijualnya, namun melihat peluang, kain batik tersebut akhirnya dibuat menjadi tas dan sepatu.

Kecintaannya terhadap kain Indonesia, membuat wanita yang berprofesi sebagai pengajar dan psikolog ini membuka butik yang bernama Raiya Butik. Butiknya tersebut menjual kain, sepatu, tas, hingga aksesoris. Salah seorang marketing Raiya Butik, yakni Sarah menceritakan proses penjualan kain batik hingga berinovasi menjadi aksesoris.

“Awalnya 2010, kita hanya menjual kain batik, lalu customer kita ada yang minta dibuatkan sepasang dari mulai baju, tas, sepatu, dan sandal. Dari situ akhirnya kita menerima custom,” ungkap Sarah kepada Okezone.

Semenjak kain batik dianggap menjadi salah satu tren, maka masyarakat berbondong-bondong menggunakannya. Peluang ini tentu saja dilihat juga oleh para pebisnis lainnya yang menggunakan tren batik ini untuk membuka bisnis.

Seolah tak kehabisan ide, pada 2014 dirinya mengembangkan sisa kain batik untuk dijadikan tali jam tangan, tempat HP, tempat make up, tas kecil, dan lain-lainl. Inovasi tersebut dilakukan selain memanfaatkan bahan sisa, juga untuk menghadapi persaingan.

(okezone.com)