solid-goldberjangka.com – Memiliki visi “Indonesia Anti Kelaparan”, rumah makan yang dikelolanya ingin memberikan manfaat seluas-luasnya kepadamasyarakat, terutama dari kalangan yang tidak mampu. Bisnisnya pun sukses mengantarkannya meraih Juara I Tingkat Nasional kategori Industri dan Boga pada ajang Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Nasional yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI.

Adalah Nur Rachman, mahasiswa tingkat akhir di prodi Kimia FMIPA Unpad yang sukses membangun usaha rumah makan “Surga Dunia”. Rumah makan ini terbilang unik. Ray, panggilan akrab Nur Rachman, tidak melulu mencari laba. Ada misi kemanusiaan yang menjadi tujuan usahanya, yakni membantu teman-teman mahasiswa maupun masyarakat yang kurang mampu untuk bisa makan dan membayar seikhlasnya.

“Biasanya teman-teman di akhir bulan suka susah makan karena kehabisan uang. Minimal kita bantu mereka daripada membantu dengan cara mentraktir dan menjadi ketergantungan,” kenang Ray.

Dibuka sejak 2 tahun lalu, butuh perjuangan besar bagi Ray untuk meyakinkan investor terhadap konsep yang digagasnya. Rumah Makan “Surga Dunia” dibuka dengan konsep bayar seadanya. Pengunjung dipersilakan membayar makanan yang dipesannya dengan harga semaunya dan berlaku selama rumah makan beroperasi.

Namun, setelah 3 bulan berjalan, Ray mengalami kerugian. Pasalnya, bukan hanya mahasiwa kurang mampu yang membayar seikhlasnya. Pengunjung yang notabene mampu pun ternyata bayar sesukanya. Hal ini menjadi catatan bagi Ray untuk mengubah konsep tersebut agar niat baiknya dapat tepat sasaran.

Bersama 3 teman lainnya, Ray menerapkan waktu tertentu untuk konsep bayar sesukanya tersebut. Namun, lagi-lagi metode ini masih disalahgunakan pengunjung. Ray pun kembali memutar otak. Akhirnya, Ray menerapkan pengunjung yang untuk membayar sesuai dengan harga yang ditetapkan.

“Untuk yang gak mampu tinggal daftar ke kita sehingga kita seperti memberi beasiswa makan. Mereka tinggal daftar, isi formulir dan mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu dan kita akan kasih Kartu Anti Kelaparan. Jadi segmentasinya menjadi lebih jelas,” jelasnya.

Sampai saat ini, sudah ada 15 orang yang mendapat Kartu Anti Kelaparan yang rencananya akan di-launching pada awal November 2014 mendatang. Selain itu, Ray pun menyilakan bagi pengunjung yang mampu untuk membayar lebih.

Berbisnis sambil beramal. Hal inilah yang menjadikan Ray meraih Juara Pertama. Konsepnya ini menurutnya menjadi satu-satunya di kawasan Asia. Bahkan, rumah makan yang menerapkan konsep yang sama baru dihitung dengan jari.

Tidak heran jika bisnisnya ini mampu menjadi juara pertama di antara sekian banyak pebisnis lainnya yang berkompetisi di ajang tersebut. Ray pun menjadi pebisnis termuda di antara juara kompetisi tersebut. “Dari situ saya bisa melihat sejauh mana kualitas bisnis. Dengan menjadi juara juga saya bisa membuka jaringan,” kata Ray.

Ajang Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Nasional adalah sebuah kompetisi bisnis yang digelar oleh Kemenpora. Digelar dari bulan Juli hingga Agustus lalu, ada dua kategori yaitu, Wirausaha Muda Pemula Berprestasi (WPMB) untuk bidang pertanian, perdagangan dan jasa, industri dan boga, industri kreatif, serta kategori Penggerak Wirausaha Berprestasi (PWB).

“Alhamdulillah, saya menikmati membuka usaha ini. Meskipun kita belum dapat keuntungan, tapi ada sisi lain hikmah di lain itu. Kita jadi lebih tenang karena tujuannya membantu, ikhlas aja, saya senang menjalaninya tanpa beban,” ujar Ray yang berharap rumah makannya dapat membuka cabang di beberapa wilayah.

(dnaberita.com)