solid-goldberjangka.com – Rupiah tercatat lebih stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya saat sempat menyentuh level 12.041 per dolar AS. Angka tersebut merupakan yang terlemah sejak perdagangan 27 Juni.

Di pasar kontrak asing Non-Deliverable Forward (NDF), nilai tukar rupiah tercatat merosot 0,9 persen ke level 12.070 per dolar AS.

“Dengan kebijakan normalisasi suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), kami memprediksi rupiah akan menjadi mata uang yang paling rentan terhadap pelemahan di Asia,” ungkap pakar mata uang Prateek Gupta.

Dia menjelaskan posisi obligasi asing yang tinggi, defisit transaksi berjalan yang besar dan lemahnya kendali Bank Indonesia juga akan berkontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah. Tak heran, sejak lima pekan terakhir, nilai tukar rupiah terus melemah.

Pengamat valuta asing PT Bank Mandiri Tbk, Renny Eka Putri juga mengatakan, nilai tukar rupiah pekan ini lebih dipengaruhi faktor eksternal seperti putusan rapat The Fed. Sementara sejumlah sentimen domestik belum banyak mempengaruhi rupiah.

(liputan6.com)