SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (7/8/2014), IHSG naik tipis 8,75 poin atau 0,17 persen ke level 5.066,97. Indeks saham LQ45 menguat 0,13 persen ke level 864,98. Sebagian besar indeks saham acuan menguat pada hari ini.

IHSG sempat melemah tipis ke level 5.052 pada pra perdagangan saham. Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.068 dan level terendah 5.043. Indeks saham yang tertekan ini didorong dari 136 saham berada di zona merah.

Sementara itu, 147 saham menguat sehingga mampu bergerak naik ke zona hijau. Lalu sebanyak 82 saham diam di tempat. Adapun total frekuensi perdagangan saham mencapai 246.955 kali dengan volume perdagangan saham 4,65 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 5,07 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat antara lain sektor saham tambang naik 1,73 persen. Lalu sektor saham konstruksi menguat 0,62 persen dan sektor saham aneka industri naik 0,57 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 300 miliar. Hal itu juga menambah tekanan ke indeks saham. Sementara itu, investor lokal melakukan aksi beli sekitar Rp 200 miliar.

Pada hari ini, saham lapis kedua dan ketiga cenderung menguat. Saham BBLD naik 24,13 persen ke level Rp 1.955 per saham, saham GPRA menguat 18,42 persen ke level Rp 360 per saham, dan saham IIKP mendaki 17,65 persen ke level Rp 1.500 per saham.

Sedangkan saham-saham yang mengalami tekanan antara lain saham PICO tergelincir 8,47 persen ke level Rp 173 per saham, saham WOMF melemah 7,41 persen ke level Rp 250 per saham, dan saham ASSA turun 6,78 persen ke level Rp 220 per saham.

Pengamat pasar modal, Reza Priyambada menuturkan, IHSG bergerak variatif di dua zona seiring imbas bursa saham Asia melemah. Hal ini diikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah di kisaran 11.766 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis pekan ini dibandingkan Rabu pekan ini. Menurut Reza, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar karena ekonomi Indonesia cenderung melambat.

(liputan6.com)