SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Nilai tukar Rupiah ditutup anjlok menembus rekor terendah. Rupiah ditutup anjlok di angka Rp12.713 per USD bahkan terus mendekati level psikologis Rp12.800 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, hal ini terkait dengan rapat yang akan dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada 16-17 Desember mendatang.

“Saat ini pasar keuangan sedang melakukan reposisi investasi mereka terkait dengan rapat The Fed (FOMC) 16-17 Desember yang dikhawatirkan akan bisa bernada hawkish (kenaikan yang direspons positif pasar) terkait percepatan kenaikan suku bunga the Fed,” ungkap Mirza.

Meski demikian, dia meyakini bahwa pelemahan yang terjadi hanya karena pasar keuangan sedang melakukan reposisi investasi. Menurutnya, jika pelemahan ini sifatnya hanya sementara. “Ini (pelemahan) sifatnya sementara,” tukas dia.

Sekadar informasi, melansir Bloomberg, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 246 poin atau 1,98 persen ke Rp12.713 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.467 per USD – SOLIDGOLD

(okezone.com)