SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Data Bloomberg pukul 09.00 WIB menunjukkan, mata uang garuda berada di posisi Rp 13.398 per dollar AS, lebih lemah dibandingkan penutupan pekan lalu pada 13.623.

Hari ini rupiah diprediksi rentan terkoreksi, sebab pasar fokus menanti arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat alias The Fed. Namun, peluang penguatan terbuka, karena investor mungkin melakukan aksi profit taking (ambil untung) dollar.

Akhir pekan lalu (20/11/2015), di pasar spot, rupiah menguat 1,10 persen ke Rp 13.623 per dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, rupiah terapresiasi 0,34 persenke posisi Rp 13.739 per dollar AS – SOLIDGOLD BERJANGKA

Berita selengkapnya