SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Komoditas saham Wall Street dikoreksi tiga hari berturut-turut. Saham perusahaan teknologi kelas berat memimpin pelemahan. Para investor melepas saham Microsoft dan Apple mengikuti sentimen negatif berbagai isu-isu ekonomi dunia. Seperti rencana Inggris yang ingin keluar dari Uni Eropa.

Microsoft sudah mengumumkan rencananya untuk membeli LinkedIn senilai US$ 26,2 miliar. Saham LinkedIn naik 46,6%, tetapi Microsoft turun 2,6%. Hal yang sama terjadi dengan saham Apple dan Facebook yang jatuh ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Dow Jones melemah 132,86 poin (0,74%) ke level 17.732,48, dan S&P 500 missing 17,01 poin (0,81%) ke level 2.079,06. Sementara Indeks Komposit Nasdaq minus 46,11 poin (0,94%) ke level 4.848,44

Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) masih bergerak negatif ada perdagangan Selasa. Dibuka dengan volatilitas tinggi, Wall Street berakhir turun tipis karena kenaikan saham sektor material dan kesehatan, yang menahan kejatuhan bursa akibat turunnya harga minyak.

Saham sektor energi mengalami penurunan terdalam, akibat harga minyak produksi AS yang turun hingga 5,9%.

“Semoga ada optimisme pada pidato Yellen (Janet Yellen, Gubernur Federal Reserve) besok. Akan ada secercah harapan di sana bila dia mengatakan sesuatu untuk mendorong pasar,” kata Analis, Peter Jankovkis, dilansir dariReuters, Rabu (10/2/2016). Yellen memang diharapkan untuk menaikkan suku bunga acuan tetap pada jalurnya.

Pada perdagangan Selasa, indeks Dow Jones turn 12,67 poin (0,08%) ke 16.014,38. Indeks S&P 500 turun 1,23 poin (0,07%) ke 1.852,21. Sementara indeks Nasdaq turun 14,99 poin (0,35%) ke 4.268,76.

Ada sekitar 10 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Ini di atas rata-rata harian, sebanyak 9,5 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir – SOLID GOLD BERJANGKA