solid-goldberjangka.com – Sebuah studi baru yang diteliti Northwestern University Feinberg School of Medicine, yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE, benar-benar menyenangkan. Mereka menemukan, bangun pagi dan mendapatkan cahaya matahari dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Peneliti yang melibatkan 54 peserta, rata-rata usia 30 tahun ini menggunakan monitor yang digunakan peserta pada pergelangan tangannya. Mereka diteliti selama tujuh hari berturut-turut.

“Selama penelitian, kami melacak asupan kalori mereka juga. Ternyata, orang-orang yang sering bangun pagi memiliki BMI yang lebih rendah daripada mereka yang kurang mendapat sinar matahari pagi. Yang menarik, hal ini terlepas dari usia, seberapa aktif aktivitasnya dan apa yang mereka makan,” ujar peneliti, seperti ditulis Womenshealth.

Jadi, mengapa bangun pagi bisa menurunkan berat badan? menurut peneliti ada dua kemungkinan. Pertama, bangun pagi mensinkronisasikan jam biologis tubuh Anda, yang berarti bahwa Anda lebih mungkin untuk memiliki jadwal tidur alami. Pada gilirannya, jadwal tidur yang stabil membantu metabolisme berjalan lebih efisien dan menurunkan berat badan.

Sinar matahari bisa memperlambat penambahan berat badan dan mencegah kemunculan penyakit diabetes tipe 2, kata para peneliti.

Dalam tulisan di jurnal Diabetes, para ilmuwan Inggris dan Australia mengatakan, kesimpulan ini didapat setelah paparan cahaya ultraviolet terhadap tikus-tikus membuat binatang ini lebih sedikit makan.

Kajian ini juga memperlihatkan tikus-tikus ini lebih sedikit makan bukan karena vitamin D, yang dihasilkan tubuh ketika mendapatkan sinar matahari.

Salah satu ilmuwan yang melakukan kajian, Dr Shelley Gorman, mengatakan temuan ini menunjukkan cahaya matahari adalah bagian penting dari gaya hidup sehat.

“Paparan sinar matahari yang tidak berlebihan, digabung dengan olahraga dan konsumsi makanan sehat, bisa mencegah obesitas di kalangan anak-anak,” ujar Dr Gorman, ilmuwan di Telethon Kids Institute, Perth, Australia.

Alasan kedua, cahaya pagi jauh lebih kuat daripada sore atau malam hari. Hal ini karena cahaya matahari pagi memiliki efek paling kuat
pada ritme sirkadian.

“Cukup dapatkan 20-30 menit sinar matahari pagi antara pukul 8 -10 pagi. Atau jika Anda bukan pekerja yang berangkat pagi, cobalah hanya bangun lebih pagi dan menikmati kopi di luar dengan matahari bersinar di atas wajah Anda,”

(dnaberita.com & liputan6.com)