SOLID BERJANGKA | Akankah Terlewati di 2020 (Part 1)

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID BERJANGKA – Puncak Emas Tertinggi 2019, Akankah Terlewati Pada Tahun 2020

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Sebelum pidato dari Powell, “sense” di pasar adalah bahwa Federal Reserve akan terus menaikkan tingkat bunga secara bertahap sepanjang tahun 2019. Setelah pidato Powell, “sense” pasar adalah bahwa Federal Reserve akan berhenti menaikkan tingkat bunga.

Memang berakhirnya siklus pengetatan Federal Reserve adalah apa yang emas perlukan untuk bisa mengalami rally dari metal berharga.

Peralihan sikap ke “dovish” yang dilakukan oleh the Fed pada akhir bulan November 2018 menyiapkan suatu tekanan terhadap dollar Amerika Serikatdan tingkat bunga riil Amerika Serikatyang selanjutnya mendorong permintaan terhadap emas yang menghasilkan pergerakan naik harga emas sampai akhir bulan Februari 2019.

Tingkat bunga riil yang rendah, imbal hasil riil yang rendah semua adalah hal yang positip bagi emas karena menurunkan “ opportunity cost ” dari metal kuning. Emas adalah alternatif asset yang menarik di lingkungan imbal hasil obligasi dan tingkat bunga riil yang rendah.

Pada pertengahan bulan Desember 2018, pasar kembali memperkirakan bahwa the Fed bisa menjadi kurang agresif dalam menaikkan tingkat bunga pada tahun 2019 dan keprihatinan atas outlook ekonomi Amerika Serikatmembantu menguatkan metal berharga dan membebani dollar Amerika Serikat.

Tahun 2019 merupakan tahun terbaik bagi metal “safe-haven” emas dengan harga emas sempat mencapai rekor tertinggi selama 6 tahun. Dimanakah puncak tertinggi harga emas pada tahun 2019? Bagaimana sejarahnya harga emas bisa mencapai rekor tertinggi selama 6 tahun? Faktor fundamental apa yang menyebabkan harga emas bisa naik setinggi itu? Akankah rekor ini akan terlewati pada tahun 2020? Bagaimanakah kita menyiapkan diri agar jangan sampai keuntungan dari emas lewat begitu saja di depan mata kita? Mari ikuti analisa berikut ini.

Kenaikan Harga Emas Gelombang Pertama (Pertengahan November 2018 – Akhir Februari 2019)

Rally harga emas sesungguhnya telah dimulai pada pertengahan bulan November tahun 2018. Pada awal bulan November 18, emas masih dihargai sebesar $ 1,200.

Namun pada awal Desember 2018, harga emas telah naik ke $ 1,244.90.

Dan pada akhir bulan Desember 2018 sudah menyentuh ketinggian enam bulan di $ 1,284.70 per ons.

Mulai memasuki tahun 2019, pada tanggal 3 Januari 2019, emas sudah diperdagangkan dengan harga sudah disekitar $ 1,296.30 per ons.

Pada bulan Februari harga emas sudah meningkat lagi ke ketinggian selama 9 bulan di sekitar $ 1,320.00.

Meskipun terjadi koreksi pada bulan Maret sampai bulan Mei dimana harga emas kembali turun di bawah dari $ 1,300.00, harga emas kembali menunjukkan kekuatannya dengan kembali naik ke atas $ 1,300 pada awal bulan Juni.

Kenaikan Harga Emas Gelombang Kedua (Awal Juni – September 2019)

Pada tanggal 19 Juni emas mengalami kenaikan 0.52 % pada hari itu dan diperdagangkan disekitar $ 1,357.30.

Pada minggu pertama bulan Agustus harga emas naik ke ketinggian selama 6 tahun dimana diperdagangkan di $ 1,509.00 pada tanggal 8 Agustus.

Harga emas terus mengalami kenaikan dan mencapai puncaknya pada bulan September dimana harga emas sempat menyentuh $ 1,556.20, sebelum akhirnya turun kembali dan sekarang diperdagangkan di sekitar $ 1,476.90.

Apa yang menyebabkan kenaikan harga emas gelombang pertama?

Penyebabnya adalah pergeseran sikap dari the Fed dari semula sangat “hawkish” dengan menaikkan tingkat bunga sampai tiga kali berturut-turut menjadi “dovish” yang membuat pasar memperkirakan tidak akan ada lagi kenaikan tingkat bunga setelah ini.

Pasar banyak memperbincangkan mengenai pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang “dovish” mengenai kebijakan moneter Amerika Serikat di dalam pidatonya di Economic Club of New York pada hari Rabu 28 November 2018. Komentarnya membuat terjadinya rally di pasar emas dan perak. Powell mengatakan pada saat itu, tingkat bunga Amerika Serikat sedikit dibawah level netral dan bahwa the Fed akan tetap tergantung kepada data, dengan tidak ada persiapan jalan sebelumnya untuk menyesuaikan tingkat bunga. Para trader dan investor menginterpretasikan komentar Powell sebagai mengandung arti the Fed kemungkinan akan menaikkan tingkat bunga sedikit pada pertemuan bulan Desember, tetapi setelah itu semua pertaruhan akan kenaikan tingkat bunga berhenti.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

About solid gold 2086 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*