SOLID BERJANGKA | BANTUAN STIMULUS DARI AS

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – HARGA EMAS MENJADI PRIMADONA DITENGAH BANTUAN STIMULUS DARI AS

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas naik tajam disepanjang sesi perdagangan pada hari Kamis (17/Desember) naik hingga 1.12 % atau mencapai level tertinggi 4 minggu terakhir $ 1896.30/troy ons pasca peneguhan kebijakan uang mudah dari Federal Reserve dan naiknya harapan akan paket stimulus moneter dari Amerika Serikat.

Minat terhadap aset safe haven seperti emas dari para trader dan investor minggu ini tetap tinggi, setelah pertemuan FOMC yang bersahabat dan pandangan bahwa Kongres Amerika Serikat sedang bergerak mendekat kepada kesepakatan mengenai paket stimulus keuangan bagi orang Amerika. The Fed tidak menambah skema pembelian obligasinya, sekalipun mengecewakan bagi yang sudah mengharapkan tindakan yang segera.

Namun Gubernur Jerome Powell mengulangi komitmennya untuk melakukan apa saja yang diperlukan dan menjamin untuk melanjutkan tingkat bunga yang rendah sampai 2023 dan dengan perpanjangan waktu QE. Di Washington para pembuat undang – undang sedang membuat kemajuan terhadap penandatanganan paket stimulus senilai $900 miliar. Berita ini membebani dollar Amerika Serikat dan emas berkilau.

Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) kembali turun ke bawah level 90 untuk pertama kalinya sejak April 2018. Hal itu terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) mengumumkan kebijakan moneter dini hari tadi.

Dalam rapat kebijakan moneter terakhir di tahun ini, The Fed memberikan proyeksi yang menggembirakan. Perekonomian Amerika Serikat diprediksi akan pulih di tahun depan, bahkan di tahun kemerosotan produk domestik bruto (PDB) tidak seburuk prediksi sebelumnya.

Meski banyak kabar baik yang diberikan, tetapi nyatanya dollar Amerika Serikat terus melemah. Sebabnya, The Fed berkomitmen untuk menjalankan program pembelian aset (quantitative easing/QE) sampai pasar tenaga kerja Amerika Serikat kembali mencapai full employment dan inflasi konsisten di atas 2 %. Artinya kebijakan moneter ultra longgar masih akan dipertahankan dalam waktu yang lama. The Fed juga menegaskan akan menambah nilai QE jika perekonomian Amerika Serikat kembali melambat.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Para pembuat kebijakan di Amerika Serikat telah mengumumkan kemajuan berarti dalam negosiasi stimulus fiskal untuk menanggulangi dampak pandemi. Total dana bantuan $ 908 miliar yang telah disepakati akan terbagi menjadi dua bagian. Bagian terbesar, yakni $748 miliar, akan mencakup tunjangan
pengangguran, dana distribusi vaksin covid-19, dan pinjaman lunak untuk usaha kecil.

Namun, bagian kedua yang memuat dana bantuan sebesar $ 160 miliar masih diperdebatkan dan memerlukan perundingan lebih lanjut. Pihak Demokrat menginginkan supaya dana tesebut dialokasikan untuk negara-negara bagian. Di lain pihak, Republik lebih memprioritaskan dana tersebut untuk perlindungan sementara bagi
perusahaan-perusahaan dari dampak lockdown. Kendati demikian, kesepakatan diharapkan dapat dicapai setidaknya akhir pekan ini.

Disisi lain, The Fed memberikan proyeksi inflasi yang dilihat dari belanja konsumsi personal (personal consumption expenditure/PCE) di tahun ini sebesar 1,2 %, kemudian di tahun depan 1,8 %. Artinya masih belum mencapai target di atas 2 %, sehingga pada tahun depan kebijakan moneter yang diterapkan masih ultra longgar. Besarnya QE yang sudah digelontorkan tercermin dari Balance Sheet The Fed yang menunjukkan nilai surat berharga yang dibeli melalui kebijakan quantitative easing. Semakin banyak jumlah aset yang dibeli, balance sheet The Fed akan membesar.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Tahun 2021 tinggal 2 pekan lagi. Secara fundamental harga emas masih berpeluang naik hingga tahun 2021. Banyak para analis yang memperkirakan harga emas bisa kembali ke level psikologis US $ 1.900 – US $ 2.100 tahun depan. Bahkan menurut BMO Capital Markets, sampai tahun 2023 harga emas masih akan tetap kokoh di atas level psikologis US $ 1.800/troy ons.

Rata-rata harga emas tahun 2021 diramal berada di US $ 1.915/troy ons. Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1901/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1922/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1861/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1841/troy ons dan support 3 $ 1826/troy ons.
SOLID BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2233 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*