SOLID BERJANGKA | DATA REFINITIV 10 TAHUN TERAKHIR

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – BERKILAU TERUS! BULAN AGUSTUS ADALAH BULAN YANG BERSAHABAT BUAT HARGA EMAS MENURUT DATA REFINITIV 10 TAHUN TERAKHIR

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas terus melanjutkan penguatan dari tanggal 17 juli hingga saat ini. Disesi perdagangan pada hari Kamis (06/Agustus) harga emas menciptakan kembali rekor tertinggi barunya sepanjang sejarah, naik sebesar 0.92 % atau mencapai level $ 2069.80/troy ons.

Reli harga emas yang terjadi di sepanjang tahun ini diperkirakan masih akan berlanjut dan membawa emas terbang lebih tinggi.

Faktor yang membuat harga emas menguat masih sama dan tak berubah. Pandemi Corona virus (Covid-19) yang telah meluluhlantakkan perekonomian global membuat minat investasi di aset safe haven meningkat. Ditambah dengan risiko dari tensi geopolitik tinggi dan kisruh Washington-Beijing, logam mulia emas semakin berkilau. Dari sisi fundamental, harga emas juga ditopang oleh rendahnya suku bunga acuan. Kebijakan moneter yang ultra akomodatif melalui pemangkasan agresif suku bunga dan pembelian aset-aset keuangan turut menekan imbal hasil dari surat utang pemerintah (terutama AS) yang juga dijadikan sebagai safe haven.

Banjir likuiditas di pasar keuangan oleh tindakan bank sentral seperti the Fed membuat ancaman baru di masa depan yaitu inflasi yang tinggi. Tak hanya sebagai aset minim risiko, emas juga menjadi aset untuk lindung nilai (hedging). Itulah mengapa harga emas dunia menguat secara signifikan terutama setelah neraca bank sentral Amerika Serikat menggembung dengan laju yang sangat cepat lebih dari saat krisis keuangan global 2008 silam.

Kebijakan super akomodatif tersebut membuat Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) mengalami pelemahan. Pelemahan greenback yang tercermin dari Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) yang saat ini berada di level terendah dalam dua tahun membuat emas ketiban berkah. Maklum harga emas dibanderol dalam Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) . Ketika dollar melemah, maka harga emas bisa menjadi lebih murah terutama bagi pemegang mata uang lain. Tentunya hal ini semakin mendongkrak minat beli para investor.

Faktor fundamental ini lah yang membuat analis, ekonom, pelaku pasar dan investor bullish memandang prospek emas untuk jangka menengah dan panjang. Kendati harga emas sudah sentuh level tertinggi sepanjang masa, stop level untuk emas selanjutnya diramal beragam oleh berbagai pihak.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS (XAUUSD)

Menurut analisa fundamental, Pelaku pasar belum merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan bahwa dia telah mendorong rencana untuk menyediakan bantuan untuk pelaku usaha penerbangan.

Pasar juga menunggu tanda kompromi politik yang terkait dengan stimulus di era pandemi. NBC News melaporkan bahwa Gedung Putih mengajukan anggaran bagi pengangguran untuk alokasi tunjangan US $ 400 per pekan.

Angka ini lebih tinggi dari proposal awal mereka sebesar US $ 200 per pekan, dan proposal partai Demokrat yang ingin angka US $ 600 per pekan.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows juga mempertimbangkan moratorium penyitaan rumah milik debitor Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disubsidi pemerintah dan cicilannya terhenti, menjadi Desember.

Banjir likuiditas di pasar keuangan oleh tindakan bank sentral seperti the Fed membuat ancaman baru di masa depan yaitu inflasi yang tinggi. Hal itulah, yang memicu kenaikan harga emas yang fantastis akan terjadi dengan lanjutan stimulus moneter yang tidak pernah terjadi sebelumnya, potensi asset bubbles, hingga inflasi yang susah dikontrol. tulis strategis dari RBC Capital dalam sebuah laporan.

ANALISA TEKNIKAL EMAS (XAUUSD)

Secara teknikal, Dalam 10 tahun terakhir, Agustus menjadi bulan yang bersahabat bagi emas. berdasarkan data Refinitiv, emas membukukan penguatan di 8 bulan Agustus, dan hanya 2 kali melemah. Pada Agustus 2011, emas bahkan melesat lebih dari 12%. Tidak hanya itu, saat periode kejatuhan harga emas tahun 2012 sampai 2015, di bulan Agustus emas ini juga mencatat kinerja positif.

Melihat tren tersebut, ada peluang emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Dengan kenaikan ini, stop level terdekat setelah level $ 2.000/troy ons. targe kenaikan selanjutnya berada pada level $ 2.200/troy ons. Selain itu, a Bank of America (BoA) dan RBC Capital yang meramal harga emas bakal melambung ke US $ 3.000/troy ons.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1987/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 2000/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1962/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $1950/troy ons dan support 3 $ 1935/troy ons.
SOLID BERJANGKA

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2086 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*