SOLID BERJANGKA | DITENGAH PEMULIHAN EKONOMI

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – HARGA EMAS MASIH MEMPERTAHANKAN PENGUATAN DITENGAH PEMULIHAN EKONOMI

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas masih stabil pada perdagangan Kamis (02/Juli) saat data pasar tenaga kerja Amerika Serikat memberi sinyal kebangkitan ekonomi. Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pada pukul 19:30 WIB melaporkan data non-farm payroll atau jumlah tenaga kerja yang terserap di luar sektor pertanian, sebanyak 4.8 juta orang di bulan Juni, jauh lebih tinggi dari prediksi Reuters sebanyak 3 juta orang, dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya 2,699 juta orang.

Selain itu tingkat pengangguran juga turun menjadi 11,1 %, dari bulan Mei 13,3 % dan lebih rendah dari prediksi 12,3 %. Besarnya jumlah tenaga kerja yang kembali direkrut menunjukkan roda bisnis di Amerika Serikat kembali berputar, dan menguatkan harapan perekonomian akan segera bangkit pasti merosot akibat pandemi Covid-19.

Emas yang merupakan aset aman (safe haven) biasanya menjadi kurang menarik saat perekonomian mulai pulih, pelaku pasar akan memilih aset berisiko dengan imbal hasil tinggi ketimbang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga harga emas cenderung melemah. Akan tetapi, belakangan ini harga emas juga ikut menguat
beriringan dengan bursa saham, seiring masih adanya ketidakpastian terhadap sentimen global saat ini.

Melihat tren jangka panjang, pergerakan emas mengikuti pergerakan bursa saham. Di bulan Maret misalnya, ketika bursa saham global mengalami aksi jual masif, harga emas dunia ikut merosot. Bahkan jika melihat jauh ke belakang, pasca krisis finansial 2008, bursa saham dan harga emas juga beriringan menguat, hingga akhirnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada US$ 1.920/troy ons pada September 2011.

Banyak analis mengatakan dalam jangka pendek, emas memang akan mengalami koreksi merespon data-data ekonomi yang apik dan sinyal kebangkitan ekonomi. Tetapi untuk jangka panjang, data ekonomi yang bagus juga akan berdampak positif bagi emas.

Disisi lain, Isu resesi global tahun lalu membuat harga emas meroket. Minat terhadap aset safe haven seperti emas meningkat di kala kondisi perekonomian global sedang tidak kondusif sehingga membuat harganya melambung tinggi.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS ( XAUUSD )

Untuk pekan ini, investor perlu mencermati sejumlah sentimen. Pertama tentu perkembangan penyebaran virus corona. Ada kekhawatiran terjadi gelombang serangan kedua (second wave outbreak) karena sejumlah negara menunjukkan peningkatan jumlah kasus. Akibatnya, ada pemerintahan yang kembali mengetatkan pembatasan sosial (social distancing).

Akan tetapi, Emas yang merupakan aset aman (safe haven) biasanya menjadi kurang menarik saat perekonomian mulai pulih, inevtor akan memilih aset berisiko dengan imbal hasil tinggi ketimbang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga harga emas cenderung melemah. Tetapi belakangan ini perilaku yang berbeda ditunjukkan pergerakan harga emas.

Risalah pertemuan FOMC, The Fed mengatakan akan terus membantu menstimulir ekonomi Amerika Serikat melalui langkah-langkah kebijakan moneter. Elemen-elemen bullish ini mengatasi elemen bearish dari kenaikan Covid-19 di banyak negara bagian Amerika Serikat yang memaksa negara-negara bagian tersebut menutup kembali sebagian dari bisnis mereka. Meskipun demikian ada laporan-laporan yang baru bahwa vaksin untuk infeksi ini sedang menunjukkan hal yang menjanjikan.

ANALISA TEKNIKAL EMAS ( XAUUSD )

Secara teknikal, melihat grafik harian emas bergerak mendatar (sideways) sejak awal April lalu. Harga emas bergerak dalam rentang $ 1.670/troy ons sampai $ 1.744/troy ons. Beberapa kali, harga emas memang sempat melewati batas tersebut, tetapi pada akhirnya harga emas kembali melemah.

Ke depannya, jika mampu menembus $ 1.744/troy ons dengan meyakinkan, dan mampu bertahan di atasnya dalam beberapa hari ke depan, artinya emas berhasil breakout dan harga emas berpeluang melesat menuju US $ 1.765/troy ons. Akan tetapi, jika harga emas dapat kembali menembus level psikologis $ 1700/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan ke US $ 1.670/troy ons.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1743/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1756/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1714/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di
level $ 1700/troy ons dan support 3 $ 1686/troy ons.
SOLID BERJANGKA

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2084 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*