SOLID BERJANGKA | DUKUNGAN FUNDAMENTAL YANG KOKOH

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – MASIH RAGU BELI EMAS? JANGAN SAMPAI KETINGGALAN HARGA DITENGAH DUKUNGAN FUNDAMENTAL YANG KOKOH

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas menyudahi sudewaysnya dan bergerak naik di sepanjang sesi perdagangan pada hari Kamis (29/Juli). Naik hingga 1.17 % atau mencapai level $ 1832.70/troy ons pasca pernyataan Ketua The Fed terhadap kebijakan moneternya yang tidak berubah. Dan laporan rilis data Amerika Serikat yang tidak memuaskan.

Sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar, Ketua The Fed mempertahankan suku bunga sebesar 0,25 %. Dan program pembelian aset (quantitative easing/QE) senilai US$ 120 miliar. Ketua The Fed melihat perekonomian Amerika Serikat semakin kuat. Tapi masih perlu melihat kemajuan substansial lebih lanjut, khususnya untuk pasar tenaga kerja dan inflasi, sebelum memulai tapering. “Kami menggunakan pendekatan yang setransparan mungkin. Kita belum mencapai kemajuan substansial lebih lanjut,” kata ketua The Fed, Jerome Powell. Sebagaimana dikutip CNBC International, Kamis dini hari (29/7/2021).

Data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat kini akan menentukan seberapa besar tenaga harga emas untuk terus “mendaki gunung”. Data inflasi akan memberikan dampak positif bagi emas. Karena ketika inflasi Amerika Serikat tinggi yang memang terjadi saat ini, maka daya tarik emas akan meningkat. Sebab emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Disisi lain, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat dilaporkan tumbuh 6,5 % pada kuartal II-2021. Namun, masih di bawah estimasi pelaku pasar dalam konsensus Dow Jones yang mengekspektasikan angka pertumbuhan sebesar 8,4 %.

Sementara itu, rilis data klaim tunjangan pengangguran juga tidak memuaskan dengan adanya 400k pekerja kehilangan pekerjaan baru sepekan lalu. Atau lebih buruk dari ekspektasi dalam konsensus Dow Jones yang mengekspektasikan angka 385k. Rata-rata angka klaim sebelum pandemi ada di kisaran 250k.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, pernyataan The Fed dalam meeting FOMC kembali memberikan nada yang dovish. Pasca The Fed mengatakan masih perlu melihat kemajuan substansial lebih lanjut terkait inflasi. Dan pasar tenaga kerja sebelum mulai melakukan tapering.

Seperti yang sudah diduga, Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 0 – 0,25 %. The Fed juga tetap mempertahankan besaran pembelian surat berharga (quantitative easing/QE) yaitu US$ 120 miliar per bulan.

Dalam konferensi pers usai rapat, ketua The Fed ‘Jeremi Powell’. Kembali menegaskan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru untuk ‘mencabut saklar’. Meski Powell melihat pemulihan ekonomi Amerika Serikat masih berjalan di jalur yang benar. Tetapi dirinya ingin memastikan pasar tenaga kerja bangkit terlebih dulu.

Disisi lain, laporan rilis data makro ekonomi Amerika Serikat juga masih negative baik itu rilis data PDB (Produk Domestik Bruto). Dan kelaim pengangguran yang saat ini menjadi indicator kemajuan ekonomi Amerika Serikat. Tentunya kedua sentimen diatas akan menjadi bahan bakar emas untuk kembali berkilau dipasar global.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Dari 15 analis di Wall Street yang disurvei Kitco. 60 % memberikan proyeksi bearish (tren turun) untuk emas di pekan ini. 13 % memberikan proyeksi bullish (tren naik), dan sisanya netral. Sebaliknya, survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street. 55 % memberikan proyeksi bullish, 26 % bearish, dan sisanya netral.

Yang patut diingat, harga emas mencapai puncak atau rekor tertinggi sepanjang masa. Dilevel $ 2072/troy ons yang disentuh pada 7 Agustus 2020 lalu. Dengan teknikal yang telah menunjukkan harga emas dalam tren kenaikan dan ditambahkan juga fundamental yang kokoh. Apakah harga emas dapat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa di bulan Agustus 2021 ini?

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1839/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1853/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1813/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1800/troy ons. Dan support 3 $ 1789/troy ons.
SOLID BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2235 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*