SOLID BERJANGKA | EMAS MASIH MEMPERTAHANKAN KILAUNYA

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – HARGA EMAS MASIH MEMPERTAHANKAN KILAUNYA SEIRING DOLLAR AMERIKA SERIKAT MASIH MELANJUTKAN PELEMAHAN

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas masih mempertahankan kilaunya yang bergerak mendekati level psikologis $ 1800/troy ons. Namun, disesi perdagangan pada hari Kamis (22/April) harga emas koreksi tipis sebesar -0.53 % ke level $ 1776.60/troy ons sebelum tutup pada level $ 1783.00/troy ons. Meskipun mengalami koreksi, harga emas masih berada ditren penguatan mingguan.

Berkat pelemahan dollar Amerika Serikat, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun. Posisi dollar Amerika Serikat terhadap mata uang lain terus melanjutkan pelemahan. Hal ini tercermin dari Indeks tersebut kini berada di titik terendahnya dalam hampir dua bulan terakhir.

Selain itu, Tren pelemahan greenback juga diikuti oleh penurunan yield obligasi yang tadinya garang. Jika di akhir Maret yield tembus 1,75% sekarang yield sudah turun ke bawah 1,55%. Pembalikan arah kedua aset keuangan tersebut membuat harga emas mendapatkan katalis positif. Sebagai aset yang tak memberikan imbal hasil, minat pegang emas sangat tergantung pada biaya peluangnya.

Disisi lain, katalis kuat yang dapat mendorong harga emas naik tajam saat ini yaitu inflasi Amerika Serikat yang tidak dapat terkendalikan. Dengan adanya likuiditas berlimpah dan kebijakan moneter longgar, ada kekhawatiran inflasi yang tinggi akan terjadi.

Jika melihat angka, analis dan pelaku pasar ada yang berspekulasi inflasi tinggi akan terjadi jika ekonomi semakin bergeliat karena ada penambahan hampir US$ 12 triliun ke neraca bank sentral dunia menurut catatan IMF. Pasokan uang beredar yang tinggi itulah yang membuat banyak pihak inflasi tinggi bakal terjadi dan mampu membuat harga emas melesat tajam.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, Untuk saat ini ekspektasi inflasi boleh tinggi. Namun seberapa lama inflasi tinggi akan bertahan sangat menentukan seberapa kuat harga emas menanjak. Bank sentral yang sebelumnya menggunakan kerangka kebijakan moneter inflation targeting framewok (ITF) kini mulai beralih ke inflation averaging.

Adanya spekulasi bahwa inflasi yang tinggi di tengah kebijakan moneter ultra longgar yang ditempuh bank sentral terutama The Fed akan membuat dollar Amerika Serikat semakin jatuh. Devaluasi mata uang yang dilakukan otoritas moneter global membuat investor mencari cara untuk melindungi portofolionya. Ketika ada ancaman inflasi tinggi sebenarnya emas yang dipilih sebagai inflation hedge asset.

Sementara itu, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan, sebab yield obligasi dan indeks dollar Amerika Serikat sedang dalam tren menurun. Jika tren tersebut berlanjut, ruang penguatan harga emas tentunya akan cukup besar.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, peluang penguatan terbuka lebar setelah membentuk pola Double Bottom, dan melewati neckline di kisaran US $ 1.755/troy ons. Bottom pola ini berada di kisaran US $ 1.676/troy ons. Dari level tersebut hingga ke neckline sebesar US $ 79, sehingga ketika neckline ditembus secara konsisten emas berpeluang naik dengan besar yang sama.

Artinya, target penguatan emas ke US $ 1.835/troy ons. Sentimen bullish emas juga didukung oleh kalangan investor main street. Dari total 1.103 suara yang dikumpulkan dalam polling, mayoritas responden (65 %) berpandangan bullish. Sementara yang netral dan bearish cenderung di bawah 20 %.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1800/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1817/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1760/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1745/troy ons dan support 3 $ 1731/troy ons.
SOLID BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2259 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*