SOLID BERJANGKA | HARGA EMAS PUN MEREDUP

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – INDEKS DOLLAR AMERIKA SERIKAT SEMAKIN SEKSI DAN KILAU HARGA EMAS PUN MEREDUP

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas masih tertahan dilevel terendah disesi perdagangan pada hari Kamis (01/Juli). Di range $ 1765 – $ 1782/troy ons ditengah Penguatan Dollar Amerika Serikat masih berlanjut naik 0.21 % diatas level 92. Dalam kenaikan bulanan tertinggi sejak November 2016. Outlook hawkish The Fed, antisipasi dampak virus Corona varian Delta, dan data ADP Employment Change yang positif. Merupakan tiga katalis utama yang mendukung Dollar Amerika Serikat untuk menguat saat ini.

Perkembangan seperti ini membuat investor semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Akan melakukan pengetatan kebijakan alias tapering off lebih cepat dari perkiraan. Dimulai dengan mengurangi pembelian surat berharga (quantitative easing), disusul oleh menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate.

Pengetatan kebijakan moneter akan menguntungkan dollar Amerika Serikat. Serta pengurangan quantitative easing membuat pasokan dollar Amerika Serikat berkurang sehingga harganya semakin ‘mahal’. Sementara kenaikan suku bunga acuan akan ikut mendongkrak imbalan investasi aset-aset berbasis dollar Amerika Serikat. Harapan ini yang membuat investor memborong dollar Amerika Serikat. Aksi borong ini membuat dollar Amerika Serikat semakin seksi dan emas pun ikut tertekan, karena jadi kurang menarik untuk dikoleksi.

Melesatnya dollar Amerika Serikat terjadi setelah Automatic Data Processing Inc. (ADP) melaporkan sepanjang bulan Juni sektor swasta Amerika Serikat mampu menyerap 692.000 tenaga kerja. Lebih tinggi dari survei Reuters sebanyak 600.000 tenaga kerja. Data ini biasanya digunakan untuk memprediksi data tenaga kerja versi pemerintah yang akan dirilis hari ini. Pasar tentunya menanti rilis data tersebut pada malam ini untuk melihat seberapa kuat kemungkinan tapering. Atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) akan dilakukan oleh bank
sentral Amerika Serikat (The Fed) di tahun ini. Sebelum menaikkan suku bunga, The Fed akan melakukan tapering terlebih dahulu. Saat ini nilai QE The Fed sebesar US $ 120 miliar per bulan.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, Hari ini, data Non-Farm Payrolls (NFP) dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat. Dan mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian selama periode sebulan. Data ini merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumenan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, sehingga menjadi bahan pertimbangan penting bagi The Fed dalam menentukan tingkat suku bunga.

Sementara itu, rils data upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) di luar industri pertanian. Upah dikaitkan dengan besaran inflasi guna memperkirakan tingkat biaya hidup. Sehingga The Fed selalu memperhatikan data upah ratarata per jam sebagai pertimbangan untuk menentukan suku bunga acuan.

Terakhir, rilis data tingkat pengangguran di Amerika Serikat bulan Juni 2021. Indikator ini mengukur persentase total tenaga kerja produktif yang sedang tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Meski dianggap sebagai indikator lagging, tetapi jumlah pengangguran akan berdampak pada pengeluaran konsumen, jumlah tenaga kerja, dan tingkat kepercayaan.

Untuk bulan Juni 2021, diperkirakan tingkat pengangguran akan kembali turun menjadi 5.6 %. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Survei yang dihimpun Kitco.com menunjukkan sentimen pasar untuk emas secara keseluruhan masih bullish.

Sekitar 53.8 % pemain Wall Street memperkirakan bullish, 23.1 % memperkirakan bearish, dan 23.1 % lainnya netral atau sideways.

Sementara itu, 54.1 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 24.2 % bearish, dan 21.7 % lainnya netral. Pergerakan di atas level psikologis $ 1.800/troy ons disebut sebagai tanda bullish utamayang harus diperhatikan.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1773/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1784/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1751/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1740/troy ons. Dan support 3 $ 1731/troy ons.
SOLID BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2224 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*