SOLID BERJANGKA | JOE BIDEN SEBAGAI PRESIDEN

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – HARGA NAIK TAJAM MENYAMBUT KEMENANGAN JOE BIDEN SEBAGAI PRESIDEN AMERIKA SERIKAT

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat masih berlangsung. Untuk sementara ini Joe Biden masih unggul baik secara popular vote maupun electoral vote. Harga emas pun naik tajam disesi perdagangan Eropa pada hari Kamis (05/November) naik hingga 2.61 % mencapai level tertinggi 21 september di $ 1952.80/troy ons.

Kemenangan Partai Demokrat yang membuat jajaran eksekutif dan legislatif yaitu House akan diisi oleh kubu partai biru sehingga bisa lebih memuluskan jalannya penggelontoran stimulus ekonomi jilid II yang supermasif di Amerika Serikat sebesar US $ 2,2 triliun.

Pada dasarnya, stimulus merupakan kata kunci utama emas bisa menguat 25 % sepanjang tahun ini. Kebijakan fiskal ekspansif dan moneter ultra longgar menimbulkan serangkaian konsekuensi di pasar. Banyaknya injeksi likuiditas di sistem keuangan membuat dollar Amerika Serikat melemah.

Ekspektasi inflasi yang tinggi di masa depan meningkat. Di saat yang sama kebijakan pembelian aset-aset keuangan berupa obligasi pemerintah Amerika Serikat membuat yield riilnya jatuh ke teritori negatif. Kondisi tersebut merupakan ekosistem yang baik untuk emas sebagai aset safe haven dan hedging dari devaluasi nilai mata uang akibat inflasi dan berbagai risiko ketidakpastian global.

Katalis pemicu harga emas menguat adalah adanya kenaikan kasus infeksi Covid-19 mengglobal. Gelombang kedua Covid-19 membuat prospek pemulihan ekonomi menjadi suram. Tahun depan sentimen yang bakal menggerakkan harga emas adalah distribusi vaksin Covid-19. Apabila vaksin tersedia dan distribusinya sesuai harapan Djie memperkirakan harga emas bakal melorot ke US $ 1.600/troy ons sebagaimana ia katakan dalam wawancara dengan Kitco News.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, Pelaku pasar mengkhawatirkan kemungkinan hasil pilpres yang berujung pada gugatan, karena bakal membuat pengambilan kebijakan penting dalam perekonomian menjadi tertunda, seperti misalnya stimulus tahap kedua. Sebelumnya, kandidat presiden petahana Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya bersiapsiap pesta besar, karena memenangkan semuanya, tetapi kemudian dibatalkan.

Disisi lain, para investor juga memantau pengumuman kebijakan moneter Amerika Serikat karena bank sentral Federal Reserve bakal menetapkan suku bunga acuannya, yang saat ini berada di level 0 %- 0,25 %. Otoritas moneter telah menyerukan perlunya stimulus fiskal tambahan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Survei yang dilakukan Kitco.com menunjukkan sentimen bullish untuk emas. Sekitar 69 % pemain Wall Street memperkirakan minggu ini harga emas akan bullish, 13 % bearish, dan 19 % lainnya netral atau sideways. Sementara itu, 52% pemain Main Street memperkirakan bullish, 33 % bearish, dan 15 % netral.
Pilpres saat ini sepertinya masih belum akan berakhir cepat, dan kembali muncul ketidakpastian di pasar. Bursa saham pun berbalik rontok, terlihat dari pergerakan indeks saham di Eropa, kemudian indeks saham Amerika Serikat berjangka (futures) yang stagnan.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1962/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1976/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1934/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1920/troy ons dan support 3 $ 1903/troy ons.
SOLID BERJANGKA

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2106 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*