SOLID BERJANGKA | KERUSUHAN DI GEDUNG CAPITOL

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – HARGA EMAS MEMANGKAS PELEMAHAN DITENGAH KERUSUHAN DI GEDUNG CAPITOL AMERIKA SERIKAT

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas kembali memangkas pelemahan setelah sempat turun tajam di awal sesi perdagangan pada hari Kamis (14/Januari) turun hingga -0.53 % atau mencapai level $ 1829.20/troy ons seiring kenaikan imbal hasil nominal tersebut turut menekan harga emas, meski sejatinya jika dikalkulasi lebih lanjut imbal hasil riilnya masih negatif karena inflasi di Amerika Serikat masih 1,2 %.

Akan tetapi, di sesi perdagangan Eropa harga emas kembali meraih penguatan pasca House of Representatives Amerika Serikat sepakat meloloskan upaya pemakzulan Presiden Donald Trump atas tuduhan menghasut masyarakat untuk melakukan pemberontakan kepada negara. Hal ini berkaitan dengan kerusuhan di Capitol Hill beberapa waktu lalu. House sukses memakzulkan Trump sebagai presiden dengan perolehan suara 232 vs 197. Sepanjang sejarah Amerika Serikat, Trump adalah satu-satunya Presiden yang dimakzulkan sebanyak dua kali oleh Kongres.

“Presiden Amerika Serikat menghasut pemberontakan ini, pemberontakan bersenjata melawan negara kita… Dia harus pergi. Dia jelas dan menghadirkan bahaya bagi bangsa yang kita cintai,” ungkap Ketua House of Representatives Nancy Pelosi. Di antara 232 suara setuju yang mendukung pemakzulan Trump, terdapat 10 suara yang berasal dari partai Republik. Sementara itu, 197 suara lainnya menentang proses pemakzulan Trump. Meski House telah resmi memakzulkan, namun posisi Trump sebagai Presiden Amerika Serikat tidak serta merta lengser karena usulan impeachment (pemakzulan) ini masih harus melewati keputusan Senat.

Kabar pemakzulan Trump oleh House tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan Dollar Amerika Serikat. Mata uang ini sedikit melemah terhadap mata uang mayor lainnya, tercermin dari pergerakan Indeks DXY yang berada di kisaran 90.26. Namum, reli Dollar Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir seolah mulai kehabisan tenaga, terseret oleh yield obligasi tenor 10-tahunan yang sudah mulai mengendur. Disamping itu, pelaku pasar juga tengah mengantisipasi agenda Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat untuk menggelontorkan triliunan dollar stimulus.

Pandangan ini membayangi pergerakan Dollar Amerika Serikat dan berpotensi membawa Greenback kembali melemah.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China sepertinya bakal kembali memanas. Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika Serikat menyita semua impor tomat dan produk kapas dari wilayah Xinjiang, China, karena tudingan kerja paksa.

“CBP mengeluarkan perintah pelepasan pajak atas impor tersebut berdasarkan informasi yang secara wajar menunjukkan penggunaan tahanan atau tenaga kerja penjara dan situasi kerja paksa,” katanya otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan Rabu (13/Januari/2021), dikutip dari AFP.

Ini merupakan langkah terbaru Amerika Serikat dari serangkaian perintah penangguhan pembebasan yang dikeluarkan pada produk-produk yang berasal dari wilayah barat jauh China.

Menurut kelompok hak asasi manusia, Pemerintah China telah memaksa lebih dari satu juta etnis Muslim Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang ke sebuah kamp konsentrasi yang mereka sebut “penjara”. Kamp dipakai juga untuk menanamkan paksa nilai-nilai Parati Komunis ke warga termasuk membuat mereka bekerja paksa untuk beberapa pabrik di wilayah tersebut.

Kedua negara juga terlibat perang tarif sejak 2018. Perdamaian tahap pertama sudah dilakukan sejak awal 2020, namun semenjak mewabahnya corona di, Amerika Serikat menyalahkan China dan perjanjian damai tahap dua masih menggantung.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Analis pasar senior di OANDA, Edward Moya, mengatakan kenaikan yield Treasury dan penguatan dollar Amerika Serikat menjadi aktor utama di balik aksi jual yang menimpa emas. “Saat ini, kenaikan yield Treasury membuat dolar menguat, dan bertanggung jawab terhadap aksi jual yang menimpa emas,” kata Moya sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (8/Januari).

Moya bahkan memprediksi emas bisa berlanjut longsor hingga $ 100 dolar dalam waktu beberapa hari saja, dan menyarankan investor untuk memperhatikan pergerakan dolar Amerika Serikat. Moya menyebut level $1.770/troy ons akan menjadi support yang kuat bagi emas di pekan ini.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di
level $ 1811/troy ons dan support 3 $ 1800/troy ons.
SOLID BERJANGKA

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2202 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*