SOLID BERJANGKA | MASIH MEMPERTAHANKAN RELI PENGUATAN

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – HARGA EMAS MASIH MEMPERTAHANKAN RELI PENGUATAN SELAMA 3 PEKAN BERTURUT – TURUT

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga aset digital Bitcoin terus mengalami penurunan. Untuk pertama kalinya dalam 14 pekan terakhir harga mata uang kripto besutan Satoshi Nakamoto tersebut turun ke bawah US $ 40.000. Di saat inilah momentum bagi emas untuk kembali mencuri perhatian banyak orang seperti tahun lalu.

Tren penguatan harga emas berpeluang lanjut. Apalagi jika harga cryptocurrency semakin ambrol dikombinasikan dengan semakin melemahnya greenback. Adanya ancaman inflasi yang tinggi semakin menambah tenaga emas untuk menguat. Likuiditas yang berlimpah, vaksinasi yang agresif memicu pembukaan kembali ekonomi. Ketika roda ekonomi mulai berputar, uang mulai berpindah tangan dengan laju yang lebih cepat dan tidak hanya mengendap di bank. Permintaan yang naik tetapi tidak diimbangi dengan pasokan yang mencukupi, likuiditas yang berlimpah serta ekspektasi inflasi yang tinggi akhirnya berakibat pada suhu tubuh perekonomian yang semakin hangat.

Inflasi bulan lalu tercatat mencapai 4,2 %. Jika dihitung secara tahunan pertumbuhannya merupakan yang paling tinggi sejak 2008. Namun secara bulanan paling tinggi dalam tiga dekade terakhir. Sasaran target inflasi The Fed berada di kisaran rata-rata 2 %. Jelas jika inflasi terus merangkak naik, The Fed harus segera ambil ancang-ancang untuk mengetatkan kebijakan moneter agar ekonomi tidak overheat.

Bagaimanapun juga di tengah kebijakan makro yang akomodatif tapi dibarengi dengan risk sentimen yang menurun. Emas menjadi salah satu opsi yang bisa dimasukkan ke dalam portofolio. Banyak analis kini semakin mantap memprediksi harga emas bisa rebound. Dan menyentuh level US $ 2.000/troy ons seperti Agustus tahun lalu.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, Notulen FOMC untuk pertemuan yang telah digelar 30 April lalu. Menuliskan bahwa para anggota rapat berfokus pada masalah inflasi dan pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

Secara umum bank sentral Amerika Serikat tersebut menegaskan komitmen mereka pada suku bunga rendah. Tetapi sejumlah anggota sempat menyinggung pembicaraan tentang tapering mengingat kuatnya pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

Namun demikian, pernyataan tersebut diutarakan sebelum data ketenagakerjaan Amerika Serikat dilaporkan mengecewakan. Oleh karena itu, pasar sedang mencerna kembali isi notulen rapat The Fed dan melakukan sejumlah penyesuaian. Dollar Amerika Serikat turun terseret oleh penurunan yiled obligasi, sehingga harga emas menguat. Harga emas juga tetap menguat walaupun data Klaim Pengangguran Amerika Serikat terbaru menunjukkan pengurangan. Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu turun menjadi 444k, lebih rendah daripada ekspektasi 453k.

Menurut analis Kitco, hal itu karena harga emas terdukung oleh ekspektasi kenaikan inflasi. “Persoalan inflasi harga telah menjadi elemen bullish untuk pasar emas. Karena investor akan membeli aset-aset keras seperti emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.” kata Wyckoff.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Analis mulai memperkirakan bahwa harga emas kembali ke level US $ 2.000/troy ons adalah suatu kejadian yang peluangnya besar. Apalagi jika inflasi yang terus naik tetapi The Fed masih enggan bersikap hawkish.

Dollar Amerika Serikat yang tertekan memberikan kondisi yang paling kondusif untuk emas kembali bersinar. Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1874/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1888/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1847/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1834/troy ons dan support 3 $ 1817/troy ons.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

About solid gold 2200 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*