SOLID BERJANGKA | Naik Terdukung Sentimen Bullish

SOLID BERJANGKA
Minyak Brent

SOLID BERJANGKA – Harga Minyak Awal Tahun Naik Terdukung Sentimen Bullish

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat pekan lalu juga mendukung harga. Pasokan minyak mentah Amerika Serikat turun 7,8 juta barel dalam pekan yang berakhir 27 Desember, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 3,2 juta barel, data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan pada hari Selasa.

Pada tahun 2020, Brent diperkirakan rata-rata $ 63,07 per barel, naik dari perkiraan Desember sebesar $ 62,50, sementara WTI diperkirakan rata-rata $ 57,70 per barel, naik dari perkiraan bulan Desember $ 57,30, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Diperkirakan harga minyak berpotensi naik terdorong kesepakatan dagang fase satu Amerika-China dan ketegangan di Timur Tengah. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 61,70 – $ 62,20. Namun jika turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 60,70 – $ 60,20.

Harga minyak naik di awal tahun baru pada hari Kamis kemarin didukung sentimen bullish membaiknya hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan China dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate Amerika Serikat naik 9 sen menjadi $ 61,15 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 27 sen menjadi $ 66,27 per barel,

Militer Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap kelompok milisi Katib Hezbollah yang didukung Iran pada akhir pekan. Merespon serangan udara tersebut, pengunjuk rasa menyerbu Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad pada hari Rabu, meskipun mereka mundur setelah Amerika Serikat mengerahkan pasukan tambahan.

Minyak juga didorong oleh optimisme bahwa pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia akan mendukung permintaan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Selasa kesepakatan perdagangan Fase satu Amerika – China akan ditandatangani pada 15 Januari di Gedung Putih.

Januari juga menandai awal dijadwalkan pengurangan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra-mitranya, termasuk Rusia.

Kelompok itu sepakat untuk memangkas produksi hingga 500.000 barel per hari (bph) mulai 1 Januari, di atas penurunan sebelumnya sebesar 1,2 juta barel per hari.

Pemotongan itu terjadi ketika Rusia melaporkan rekor tertinggi produksi kondensat minyak dan gas 2019 sebesar 11,25 juta barel per hari, mengalahkan rekor sebelumnya 11,16 juta barel per hari yang ditetapkan setahun sebelumnya, data Kementerian Energi menunjukkan pada hari Kamis.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

About solid gold 2086 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*