SOLID BERJANGKA | Penurunan Imbal Hasil Obiligasi

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – Harga emas Menguat Ditengah Melemahnya Saham Amerika Serikat dan Penurunan Imbal Hasil Obiligasi

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas kembali menguat 0,6 % disesi perdagangan Eropa pada Kamis malam (23/01) mencapai level tertinggi 2 minggu terakhir yaitu di level $ 1567.90/troy ons, seiring kekhawatiran seputar penyebaran virus corona yang menyebabkan kelemahan di pasar saham Amerika Serikat dan penurunan imbal hasil obligasi, dan mengangkat daya tarik terhadap asset safe haven seperti emas.

Virus dengan indikasi yang mirip dengan SARS dan menyebar di Tiongkok saat ini, telah memakan beberapa korban jiwa, dan ratusan penderita yang telah terjangkit. Beberapa negara telah mulai membatasi kedatangan pengunjung dari Tiongkok. Bila masalah CoronaVirus berlanjut dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan Tiongkok dalam memenuhi kesepakatan dagang tahap pertama Amerika – Tiongkok yang dijadwalkan akan mulai berlaku pada 14 Febuari 2020 mendatang.

Pasar juga memandang kemungkinan pelaksanaan kesepakatan dagang Amerika Serikat – Tiongkok akan makin meningkatkan persaingan teknologi antara Amerika Serikat – Zona Euro untuk pangsa pasar di Tiongkok, sempat kembali menekan dollar Amerika Serikat melemah semalam.

Selera terhadap asset safe haven tetap didukung oleh meningkatnya kekhawatiran atas wabah koronavirus di Tiongkok. Ketidakpastian isu geopolitik saat ini kemungkinan akan mempercepat menuju ke tempat yang aman dengan emas terlihat menguji $ 1568 dalam jangka pendek.

Disisi lain, ECB yang dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneter pertamanya tahun ini yaitu dipekan ini dan The Fed dijadwalkan akan menggelar rapat FOMC pada tanggal 28-29 Januari. Kedua bank sentral tersebut diprediksi dovish. Sehingga, dapat mendorong harga emas kembali berkilau.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS ( XAUUSD )

Menurut analisa fundamental, Harga emas minggu ini cenderung di perdagangkan dalam kisaran sempit, seiring para investor saat ini sedang Wait and See hasil pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, yang akan diadakan tanggal 21-24 Januari pekan ini.

Disisi lain, Isu mewabahnya virus Corona di Tiongkok dan sejumlah negara Asia lainnya, turut menjadi perhatian pasar sehingga memicu aksi beli emas. Menjelang libur Imlek di China, terdapat 440 kasus Corona dengan korban tewas sedikitnya 9 orang. Menurut para analis, pasar sedang membandingkan dampak virus Corona dengan virus SARS yang pernah terjadi di Hong Kong pada tahun 2002-2003. Tohru Sasaki dari JP Morgan menilai bahwa wabah Corona dinilai lebih terkendali dibandingkan SARS, sehingga belum sampai berpengaruh pada perekonomian meski sektor pariwisata kemungkinan akan turun.

Minggu ini tidak ada rilis data penting dari Amerika Serikat. Meski demikian, investor akan mencermati hasil pertemuan dan Statement 3 bank sentral utama yaitu BoJ, ECB dan BoC. Jika ketiga bank sentral tersebut cenderung dovish, maka diperkirakan volume permintaan terhadap asset safe haven seperti emas akan meningkat.

ANALISA TEKNIKAL EMAS ( X A U U S D )

Menurut analisa teknikal, Harga emas setelah mengalami penguatan signifikan akibat reaksi pasar atas situasi geopolitik yang tidak stabil, harga emas diperdagangkan kembali melemah menjauhi puncak harga yang sempat terbentuk di level $ 1611.35/troy ons seiring, tensi geopolitik Antara As-Iran telah mereda setelah pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Wangsiston mengatakan bahwa dia tidak akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran, akan tetapi lebih memilih pendekatan secara ekonomi. Maka harga emas akan bergerak stabil.

Selain itu, pergerakan harga emas setelah hari raya Imlek dan January Effect biasanya mengalami penurunan kembali, seiring para investor beralih ke asset berisiko seperti mata uang dan saham.

Minggu ini emas diperkirakan bergerak sempit diantara Range harga resistance 1 yaitu di level $ 1560/troy ons dan support 1 di level $ 1529/troy ons. Akan tetapi, jika harga emas menembus level resistance 1 $ 1560/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan kenaikan ke resistance 2 yaitu di level $ 1585/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1529, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan ke support 2 yaitu di level $ 1510/troy ons.
SOLID BERJANGKA

Sumber : SGB JAKARTA (TULUS RIFWANDI GEA)

About solid gold 1990 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*