SOLID BERJANGKA | STIMULUS AKAN DILUNCURKAN BULAN INI

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – HARGA EMAS TANCAP GAS STIMULUS AKAN DILUNCURKAN BULAN INI

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas kembali berkilau di sesi perdagangan pada hari Kamis (03/Desember) naik hingga 0.43 % atau mencapai level $ 1843.90/troy ons seiring Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) terjun bebas ke level terendah 2,5 tahun terakhir. Hal ini menjadi pemicu utama terhadap kenaikan harga emas selama 3 hari berturut-turut.

Kejatuhan dollar Amerika Serikat sebenarnya sudah banyak diprediksi oleh para analis beberapa bulan lalu. Ada beberapa faktor utama yang diprediksi membuat the greenback ambrol, dan ternyata memang terjadi. Stimulus moneter dan fiskal di Amerika Serikat, kemenangan Joseph ‘Joe’ Binden di pemilihan presiden Amerika Serikat, serta vaksin virus corona.

Kemenangan Joe Biden dalam pilpres Amerika Serikat melawan petahana Donald Trump membuat kemerosotan dollar Amerika Serikat semakin terakselerasi. Selama bulan November indeks dolar membukukan pelemahan 2,31 %.

Disisi lain, Pemerintah dan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang merespon pandemi penyakit virus corona (Covid-19) dengan menggelontorkan stimulus fiskal dan moneter membuat dollar Amerika Serikat KO. Stimulus fiskal yang digelontorkan Presiden Trump senilai US $ 2 trilliun, sangat jumbo, pada perjalanannya nilai stimulus tersebut bertambah hingga nyaris US $ 3 triliun.

Pelosi dan Pemimpin Partai Minoritas di Senat, Chuck Schumer mendukung paket stimulus fiskal jumbo senilai US $ 908 miliar. Ini siap digolkan oleh kedua partai politik mayoritas di Amerika Serikat untuk menyokong bisnis kecil dan pengangguran di Amerika Serikat. Keputusan stimulus harus cepat, karena tenggat waktu pengesahan anggaran tahun fiskal 2021 adalah 11 Desember 2020.

Selain itu, The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis 17 Desember dini hari WIB. Ada peluang The Fed akan menambah stimulus moneternya dengan meningkatkan nilai QE. Stimulus fiskal dan moneter tersebut membuat jumlah uang beredar, secara teori bertambahnya jumlah uang beredar membuat nilai tukar melemah. Stimulus fiskal dan moneter membuat sentimen pelaku pasar khawatir terhadap ancaman inflasi di masa depan oleh karena itu, intrumen inestasi yang menyandang sebagai asset safe haven akan di minati.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, kabar stimulus fiskal jilid II Amerika Serikat juga turut menekan greenback. Kini ada tiga proposal yang sedang dipertimbangkan. Salah satunya adalah paket bantuan bipartisan senilai US $ 908 miliar.

Proposal ini sedang dipertimbangkan dalam hubungannya dengan dua proposal partisan. Salah satunya diajukan oleh McConnell sebagai tawaran Gedung Putih, dan terakhir proposal Demokrat yang didukung oleh Ketua DPR Nancy Pelosi dan Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer.

Saat ini, baik Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Ketua Fed Jerome Powell mendukung proposal bipartisan. Ketua Powell yang berbicara di sidang komite perbankan Senat berkata, “Saya berharap dapat meninjau bersama Anda keseluruhan paket. Saya pikir lebih banyak respons fiskal diperlukan.” ungkapnya melansir Kitco News.

TD Securities melihat peluang emas untuk terus naik hingga akhir tahun ke US $ 2.000/troy ons pada tahun 2021 sehubungan dengan ekspektasi inflasi. “Mengingat suku bunga riil belum berhasil naik lebih jauh, sementara dolar terus mencetak posisi terendah baru dan Fed mengeluarkan nada akomodatif, kami memperkirakan bahwa pemulihan ekonomi yang berkelanjutan akan sekali lagi memicu minat investasi dalam emas sebagai aset lindung nilai inflasi,” kata TD Securities.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, yang dilansir Kitco News, dalam sebuah laporan yang diterbitkan minggu lalu, analis di ANG Traders mengatakan bahwa harga emas berpotensi naik menjadi US $ 1.900/troy ons karena harga telah memantul dari level support kritis sekitar US $ 1.770/troy ons.

Meskipun emas memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi dalam waktu dekat, ANG mengatakan prospek menengah tidak terlihat cerah. “Dalam jangka menengah (6 bulan), emas cenderung melemah, tapi setelah itu, kemungkinan akan memasuki pasar bullish yang panjang,” kata analis.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1827/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1841/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1800/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1787/troy ons dan support 3 $ 1775/troy ons.
SOLID BERJANGKA

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2233 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*