SOLID BERJANGKA | TENTANG PROYEKSI EKONOMI AMERIKA

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – AMPUN UNCLE FED! HARGA EMAS TERKAPAR LEMAH PASCA PERNYATAAN THE FED TENTANG PROYEKSI EKONOMI AMERIKA SERIKAT

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas meredup disepanjang pekan ini setelah sempat menguat diatas level $ 1900/troy ons pekan lalu. Pelemahan harga emas pekan ini tercacat sebesar -5.56 % atau terhitung dari level $ 1875.80/troy ons. Sampai level terendah 6 pekan terakhir $ 1767.00/troy ons atau terpaut -108.8 poin.

Harga emas merosot tajam setelah The Fed mengumumkan kebijakan moneternya, Kamis (17/Juni) dini hari tadi. Bank sentral Amerika Serikat tersebut tidak mengubah kebijakannya bulan ini. Tetapi memberikan proyeksi hawkish dimana suku bunga diantisipasi akan naik pada tahun 2023. The Fed mengirimkan sinyal yang lebih hawkish.

Sebanyak 11 dari 18 orang anggota komite rapat The Fed sudah memproyeksikan kenaikan suku bunga. Setidaknya dua kali dalam empat kuartal, pada tahun 2023 mendatang. Kendati demikian, para pembuat kebijakan di bank sentral tersebut masih berkomitmen pada kebijakan moneter akomodatif untuk saat ini.

Pengumuman tersebut menyebabkan Dollar Amerika Serikat meroket ke level tertinggi 2 bulan, yield obligasi melonjak, sementara emas terkapar. Kenaikan yield membuat biaya kepemilikan emas ikut naik, sehingga para investor lebih memilh obligasi daripada emas. Pukulan pada emas makin berat karena The Fed juga sudah menyinggung masalah tapering aset. Bank sentral tersebut sekarang mulai mempertimbangkan kapan dan bagaimana cara untuk mengawali pengurangan pembelian obligasi. Risiko penurunan pertumbuhan ekonomi karena pandemi pun telah diturunkan karena kemajuan vaksinasi yang dinilai cukup signifikan di Amerika Serikat.

Akan tetapi, ketua The Fed tidak memberikan acuan mengenai kapan pengurangan pembelian (tapering) obligasi dari pasar sekunder bakal dimulai. Dia hanya menyatakan bahwa pemulihan ekonomi terus dipantau dan akan membuat “pemberitahuan awal” sebelum mengumumkan kebijakan tersebut. Ada ketidaksinkronan antara proyeksi ekonomi dan apa yang dinyatakan oleh The Fed. Oleh sebab itu, masih ada pertanyaan besar bagi pelaku pasar terkait inflasi. Yakni apakah kenaikan inflasi itu bersifat sementara atau permanen.

ANALISA FUNDAMENTAL

Harga emas meredup disepanjang pekan ini setelah sempat menguat diatas level $ 1900/troy ons pekan lalu. Pelemahan harga emas pekan ini tercacat sebesar -5.56 % atau terhitung dari level $ 1875.80/troy ons. Sampai level terendah 6 pekan terakhir $ 1767.00/troy ons atau terpaut -108.8 poin.

Harga emas merosot tajam setelah The Fed mengumumkan kebijakan moneternya, Kamis (17/Juni) dini hari tadi. Bank sentral Amerika Serikat tersebut tidak mengubah kebijakannya bulan ini. Tetapi memberikan proyeksi hawkish dimana suku bunga diantisipasi akan naik pada tahun 2023. The Fed mengirimkan sinyal yang lebih hawkish.

Sebanyak 11 dari 18 orang anggota komite rapat The Fed sudah memproyeksikan kenaikan suku bunga. Setidaknya dua kali dalam empat kuartal, pada tahun 2023 mendatang. Kendati demikian, para pembuat kebijakan di bank sentral tersebut masih berkomitmen pada kebijakan moneter akomodatif untuk saat ini.

Pengumuman tersebut menyebabkan Dollar Amerika Serikat meroket ke level tertinggi 2 bulan, yield obligasi melonjak, sementara emas terkapar. Kenaikan yield membuat biaya kepemilikan emas ikut naik, sehingga para investor lebih memilh obligasi daripada emas. Pukulan pada emas makin berat karena The Fed juga sudah menyinggung masalah tapering aset. Bank sentral tersebut sekarang mulai mempertimbangkan kapan dan bagaimana cara untuk mengawali pengurangan pembelian obligasi. Risiko penurunan pertumbuhan ekonomi karena pandemi pun telah diturunkan karena kemajuan vaksinasi yang dinilai cukup signifikan di Amerika Serikat.

Akan tetapi, ketua The Fed tidak memberikan acuan mengenai kapan pengurangan pembelian (tapering) obligasi dari pasar sekunder bakal dimulai. Dia hanya menyatakan bahwa pemulihan ekonomi terus dipantau dan akan membuat “pemberitahuan awal” sebelum mengumumkan kebijakan tersebut. Ada ketidaksinkronan antara proyeksi ekonomi dan apa yang dinyatakan oleh The Fed. Oleh sebab itu, masih ada pertanyaan besar bagi pelaku pasar terkait inflasi. Yakni apakah kenaikan inflasi itu bersifat sementara atau permanen.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Harga emas saat ini telah menembus level middle price tahunan $1817/troy ons secara konsisten. Yang artinya perubahan tren pergerakan harga emas terlihat jelas dan ditambahkan juga, harga emas saat ini telah menjauihi 2 level psikologis kuat diatantaranya $ 1800 dan $ 1900/troy ons.

Selain itu, dari sisi indicator level Fib. 50 % – $ 1796/troy ons (Fib,100 % $ 1916 dan Fib, 0 % 1676) telah tertembus. Yang artinya tren penguatan yang terbentuk dari bulan April hingga awal juni telah terjadi perubahan arah tren (reversal). Penembusan yang konsisten menandakan pelemahan harga emas akan berlanjut.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1784/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1796/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1761/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1750/troy ons. Dan support 3 $ 1741/troy ons.
SOLID BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2273 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*