SOLID BERJANGKA | TERPUKUL PASCA LAPORAN DATA EKONOMI

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – HARGA EMAS TERPUKUL PASCA LAPORAN DATA EKONOMI AMERIKA SERIKAT YANG POSITIF

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas turun tajam disesi perdagangan Eropa pada hari Kamis (16/September). Turun hingga -2.24 % ke level terendah 12 agustus $ 1745.10/troy ons pasca laporan rilis data penjualan ritel Amerika Serikat yang naik melebihi ekspektasi sehingga memberikan dampak yang cukup tinggi terhadap Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) untuk rebound kembali.

Retail Sales naik 0.7 % di bulan Agustus, lebih tinggi daripada ekspektasi kenaikan ke -0.7 % dari revisi – 1.8 % di bulan Juli. Aktivitas belanja dalam rangka kembali ke sekolah dan pembayaran Child Tax Credit menjadi penyebab melonjaknya Retail Sales Amerika Serikat. Alhasil, Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) naik nyaris setengah persen ke 92.88, tertinggi sejak 27 Agustus.

Laporan ekonomi tersebut turut mendukung ekspektasi terhadap tapering The Fed minggu depan. Data yang membaik diperkirakan dapat membuat bank sentral Amerika Serikat tersebut mengetatkan moneternya lebih cepat. Data ekonomi Amerika Serikat saat ini sangat diperhatikan pasar saat ini. Sebab, semakin banyak bukti data pemulihan ekonomi, maka semakin jelas kapan sinyal tapering The Fed akan diumumkan.

Di samping itu, data Unemployment Claim Amerika Serikat juga dirilis secara terpisah malam ini. Namun, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran minggu lalu mencapai 332,000, lebih banyak daripada ekspektasi 325,000. Data Klaim Pengangguran mingguan Amerika Serikat yang tak begitu baik bahkan tak sanggup menahan emas dari kemerosotan. Pasalnya, data Penjualan Ritel Amerika Serikat termasuk data yang menentukan bagi pengambilan kebijakan moneter. Angka yang naik diterjemahkan sebagai indikator pendukung bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga setelah tapering.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa fundamental, rapat kebijakan moneter The Fed akan dilaksanakan pada tanggal 21-22 September minggu depan. Para investor tengah menantikan petunjuk mengenai tapering maupun kenaikan suku bunga. Tapering biasanya akan mengangkat Dollar Amerika Serikat karena diasumsi sebagai sinyal pengetatan moneter bank sentral.

Keperkasaan dollar Amerika Serikat ditopang oleh data penjualan ritel yang mengejutkan. Pada Agustus 2021, penjualan ritel di Negeri Adidaya tumbuh 0,7 % dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Jauh membaik ketimbang Juli 2021 yang minus 1,8 % mtm. Juga jauh lebih baik dari konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan minus 0,8 % mtm. Pertumbuhan penjualan ritel tersebut memberi gambaran bahwa konsumsi di Negeri Adikuasa tetap kuat. Artinya, tekanan inflasi itu nyata dan stabil.

Tekanan inflasi, yang menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat setelah dihantam pandemi virus corona, membuat pasar kembali meyakini bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) bisa segera melakukan pengetatan kebijakan atau tapering. Ini diawali dengan mengurangi pembelian surat berharga (quantitative easing) yang sekarang bernilai US $ 120 miliar setiap bulannya.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut Analisa teknikal, Survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan sekitar 60 % pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan netral atau sideways, 20 % bullish, dan 20 % lainnya bearish. Sementara 55 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 26 % bearish, dan 35 % lainnya netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1763/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1773/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1745/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1736/troy ons. Dan support 3 di level $1724/troy ons.
SOLID BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2254 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*