SOLID BERJANGKA | VOLATILITAS BERGERAK CUKUP TINGGI

SOLID BERJANGKA
SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA – WADUH! STIMULUS AMERIKA SERIKAT BELUM CAIR, HARGA EMAS BERGERAK DENGAN VOLATILITAS YANG CUKUP TINGGI

SOLID BERJANGKA JAKARTA – Harga emas bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi di sesi perdagangan akhir pekan ini seiring para trader sedang menunggu perkembangan paket stimulus fiskal Amerika Serikat. Padahal di sisi lain, Euro naik setelah ECB mengumumkan tambahan stimulus.Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) tergelincir 0.29% ke 90.82, dalam trend yang Sideways sejak tanggal 08 Desember.

Sejak pergantian presiden Amerika Serikat dari Trump ke Biden, Demokrat dan Republik masih saja belum menemukan kesepakatan terkait bantuan ekonomi untuk sejumlah negara bagian. Hal ini berarti bahwa paket bantuan stimulus guna mengatrol pemulihan ekonomi Amerika Serikat dari pandemi, untuk sementara masih jauh dari nyata.

Namun demikian, dua partai mayoritas di parlemen Amerika Serikat tersebut masih berusaha untuk bernegosiasi dan meyakinkan publik bahwa kesepakatan masih mungkin tercapai. Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin pun masih menunjukkan optimisme dengan mengatakan bahwa pembicaraan yang dilakukan membuahkan banyak kemajuan.

Di samping itu, laporan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan November 2020, naik 0.2 % dari 0 % sebelumnya. Perolehan itu lebih baik daripada ekspektasi kenaikan 0.1 %. Sedangkan Core CPI Amerika Serikat dalam basis bulanan, yang tidak memasukkan harga barang-barang volatile seperti makanan dan bahan bakar, juga naik dalam persentase yang sama dengan CPI deadline.

Sayangnya, Klaim Pengangguran mingguan tidak sebaik data inflasi. Saat ini, tercatat ada 853,000 orang yang mengajukan tunjangan pada pekan lalu, naik dari 716K sebelumnya. Para analis memang mengekspektasikan kenaikan, tetapi hanya 725K saja. Wabah virus Corona di Amerika Serikat memang semakin tidak terkendali. Jumlah kematian dan orang yang dirawat di RS naik pesat dalam beberapa pekan terakhir. Tercatat lebih dari 3K kematian akibat Covid-19. Meskipun kasus kematian sebagian besar dialami oleh para manula yang tidak bekerja, namun semakin banyak aktivitas ekonomi yang terpaksa tutup lagi demi melindungi mereka.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Stimulus tersebut diharapkan bisa cair di pekan ini, tetapi hingga saat ini masih belum ada tanda-tandanya. Hal yang membuat harga emas koreksi ke level terendah awal pekan. Namun, cepat atau lambat stimulus tersebut pada akhirnya akan cair, sehingga perekonomian dan pasar finansial akan kembali banjiritas.

Stimulus fiskal dan stimulus moneter merupakan bahan bakar emas untuk menanjak, sehingga belum pastinya kapan stimulus tersebut akan berubah menjadi emas merosot pada Rabu dan Kamis setelah membukukan penguatan dalam 5 dari 6 perdagangan sebelumnya, dengan total 5,3 %. Selain itu, belum pastinya stimulus fiskal membuat bursa saham Amerika Serikat juga merosot, alhasil dolar Amerika Serikat yang selama ini tertekan kembali naik.

Indeks dollar Amerika Serikat pada Rabu menguat 0,13 % ke 91,087. Kenaikan indeks dolar tersebut juga berdampak pada harga emas. Emas dibanderol dengan dollar Amerika Serikat, saat greenback menguat, maka harga emas akan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan berisiko menurun. Meski demikian, Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) diprediksi masih akan melemah, bahkan hingga 2 tahun ke depan.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Hasil survei terbaru dari Reuters terhadap 72 analis menunjukkan, sebanyak 39 % prediksi dollar Amerika Serikat akan melemah hingga 2 tahun ke depan. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan prediksi lainnya.

Sebanyak 10 % memperkirakan dollar Amerika Serikat masih akan melemah lebih dari 2 tahun ke depan. Sementara itu, 15 % melihat pelemahan dollar Amerika Serikat hanya akan berlangsung kurang dari 3 bulan dan setelahnya mulai bangkit. 14 % meramal pelemahan berlangsung kurang dari 6 bulan, dan 22 % lainnya kurang dari 1 tahun. Artinya, semua prediksi prediksi dollar Amerika Serikat masih akan melemah, setidaknya hingga 3 bulan ke depan, sehingga tekanan terhadap emas akan berkurang, bahkan berpeluang naik kembali.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1811/troy ons dan support 3 $ 1800/troy ons.
SOLID BERJANGKA

SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2165 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*