SOLID GOLD BERJANGKA | BERKILAU DI PENUTUPAN AKHIR TAHUN

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – PREPARE! HARGA EMAS AKAN BERKILAU DI PENUTUPAN AKHIR TAHUN

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas bergerak stagnan di sepanjang sesi perdagangan pada hari Selasa (29/Desember) bergerak di range $ 1871.50 – $ 1886.45/troy ons seiring para pelaku pasar sedang menunggu kepastian terhadap hasil keputusan stimulus moneter dari Amerika Serikat yang akan di sepakati disenat.

Namun, ke depan harga emas sangat berpotensi akan menguat didorong ekspektasi usulan stimulus tambahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal disepakati di Senat. Sentimen pasar kian bullish setelah Trump meneken paket stimulus senilai US $ 900 miliar, termasuk di dalamnya bantuan langsung tunai (BLT) senilai US $ 600 ke warga Amerika Serikat. Namun, dia menyerukan tambahan BLT menjadi US $ 2.000 per orang. DPR Amerika Serikat melalui pemungutan suara menyepakati kenaikan nilai BLT menjadi US $ 2.000 per orang.

Selain itu, Kebijakan moneter ultra-akomodatif melalui pemangkasan suku bunga acuan secara agresif dan injeksi likuiditas yang masif membuat keperkasaan dolar Amerika Serikat tumbang. Indeks dolar merosot ke level terendahnya dalam dua setengah tahun terakhir. Depresiasi dollar Amerika Serikat membawa berkah bagi emas karena keduanya punya korelasi yang negatif. Artinya harga emas dan greenback cenderung bergerak berlawanan arah. Ketika dolar ambles harga emas cenderung terapresiasi.

Disisi lain, Angka infeksi corona masih menjadi keprihatinan pelaku pasar, memicu keraguan akan pemulihan ekonom awal tahun depan. Sepekan terakhir, ada 184.000 infeksi baru di Amerika Serikat per hari, menurut analisis CNBC International terhadap data Johns Hopkins University. “Distribusi vaksin secara resmi telah dimulai. Tetapi pandemi telah mencapai level yang memprihatinkan pada beberapa sisi,” tulis Jason Pride, Chief Investment Officer (CIO) Glenmede. Sementara, Munculnya lagi infeksi viral memicu kebijakan pengetatan di banyak negara bagian Amerika Serikat, mengerdilkan upaya pembukaan kembali perekonomian. Jika penyebaran virus tidak terkendali hingga akhir tahun, menurut Pride, pengetatan akan menjadi kebijakan kunci sebelum vaksin bisa didistribusikan secara luas.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Untuk tahun depan, harga emas diperkirakan masih bisa naik karena mulai terlihat tanda-tanda awal dari supercycle bull jangka panjang. Hal tersebut diungkapkan oleh Steve Hanke, profesor ekonomi terapan di Johns Hopkins University kepada Kitco News.

“Pasokan sangat terbatas, stok sangat rendah, dan kemudian ketika ekonomi mulai bergerak dan bergerak maju, harga komoditas naik dan Anda benar-benar memulai supercycle. Saya pikir kita melihat tanda-tanda awal yang mungkin terjadi,” kata Hanke. Namun ada hal lain yang juga perlu dicermati. Prospek perekonomian yang mulai bergeliat dan dollar Amerika Serikat yang lemah akan membuat investor beralih ke aset safe haven.

Akan ada aliran dana dalam jumlah besar menuju ke negara-negara berkembang (emerging market) di tahun depan. Kemungkinan besar investor akan mengalokasikan dananya ke aset-aset seperti ekuitas dan komoditi emas.

Apabila investor lebih banyak menggelontorkan dananya ke arah saham maka emas cenderung memiliki potensi penguatan yang lebih rendah. Namun hal tersebut bukan berarti emas akan langsung drop begitu saja mengingat logam kuning tersebut masih ditopang dengan fundamentalnya yang kuat.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Menurut analis BNP Paribas, emas masih memiliki satu momentum lagi untuk melesat melampaui level $ 2.000/troy ons sebelum kehabisan bahan bakar. Hal ini disampaikan oleh Harry Tchilinguirian selaku Kepala Riset Komoditas BNP Paribas kepada Kitco News.

Menurutnya harga emas akan mencapai puncaknya pada kuartal kedua tahun depan dengan rata-rata harga di US $ 2.010/troy ons. Untuk tahun ini setidaknya sampai akhir tahun BNP Paribas cenderung netral terhadap emas. Pada 2022, bank memperkirakan harga emas rata-rata sekitar US$ 1.900/troy ons.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1901/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1922/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1861/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1841/troy ons dan support 3 $ 1826/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2165 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*