SOLID GOLD BERJANGKA | DALAM TREN PENGUATAN

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS KOREKSI PASCA RILIS DATA ISM MANUFAKTUR AMERIKA SERIKAT, ETAPI MASIH DALAM TREN PENGUATAN

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas sempat menguat mendekati level psikologis $ 2.000/troy ons disesi perdagangan Asia pada hari Selasa pagi (01/September) mencapai level $ 1.992.55/troy ons seiring aksi taking profit yang di lakukan oleh para investor di pasar saham serta Indeks Dollar Amerika Serikat yang masih melemah.

Akan tetapi, disesi perdagangan Eropa pada selasa malam (01/September) harga emas melemah hingga -0.84 % ke level $ 1.963.70/troy ons pasca rilis data ISM mengatakan bahwa indeks manufaktur Amerika Serikat menunjukkan angka 56 % di bulan Agustus, naik dari angka 54.2 % di bulan Juli. Data ini juga mengatasi dari yang diperkirakan oleh para ekonom di 54.6 %. Menurut laporan dari ISM manufaktur tersebut, angka ini adalah angka yang tertinggi sejak bulan November 2018.

Penggerak utama dari kenaikan ini adalah Federal Reserve. Bank sentral Amerika Serikat ini mengumumkan akan memprioritaskan untuk mencapai “employement” penuh dengan resiko inflasi naik lebih tinggi yang berarti tingkat bunga nol akan berlangsung lebih lama daripada yang dipikirkan sebelumnya. Kebijakan the Fed yang
baru ini tidak ada implikasi langsungnya namun telah membuat saham naik dan Dolar Amerika Serikat sedikit pulih. The Fed mengatakan bahwa saat ini tidak sedang mempertimbangkan untuk melakukan langkah-langkah baru. Namun situasi politik bisa mendorong the Fed melakukan langkah baru. Jika para pembuat undang-undang di Kongres terus tidak membuat keputusan, the Fed kemungkinan bisa masuk dengan langkah-langkah baru.

Ditengah inflasi yang cukup tinggi, emas berperan sebagai aset safe haven atau instrument pasar investasi yang cukup aman sehingga jika terjadi pelemahan Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY), hal tersebut menjadi pendorong buat harga emas lebih tinggi karena harganya jadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing, sehingga bisa mendongkrak minat beli para investor. Lagi pula harga emas juga sebagai aset lindung nilai ( hedging ) terhadap berbagai kondisi mulai dari depresiasi nilai tukar inflasi hingga buruknya kinerja investasi aset-aset lainnya serta isu geopolitik yang masih belum terselesaikan.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS (XAUUSD)

Menurut analisa fundamental, Para investor saat ini masih melihat fundamental emas untuk jangka panjang masih menarik. Baru-baru ini, survei yang diluncurkan oleh Kitco memperkirakan harga emas akan berpotensi menguat (bullish) di minggu ini.

Sebanyak 80% dari 15 profesional di Wall Street yang berpartisipasi dalam survei tersebut memprediksi harga emas bakal naik minggu ini. Sementara 20 % sisanya netral.

Sorotan pada minggu ini adalah laporan Non-Farm Payrolls (NFP) untuk bulan Agustus yang diproyeksikan akan menunjukkan restorasi dalam pekerjaan yang berkelanjutan, meskipun dengan kecepatan yang melambat daripada bulan Juli dengan penambahan pekerjaan mendekati 1,8 juta. Tingkat pengangguran diproyeksikan turun pas dibawah 10 %.

ISM PMI Manufaktur Amerika Serikat diproyeksikan akan terus mengalami ekspansi dengan angka diatas dari 50. ISM PMI Non-manufaktur Amerika Serikat juga diperkirakan akan mengalami hal yang sama. Data lainnya yang menjadi perhatian adalah order faktori, laporan pekerjaan sektor swasta dari ADP Amerika Serikat dan klaim pengangguran Amerika Serikat.

ANALISA TEKNIKAL EMAS (XAUUSD)

Secara teknikal, Hasil serupa juga ditunjukkan oleh Kitco yang melakukan interview kepada 2.375 responden Main Street. Dari total responden yang berpartisipasi tersebut sebanyak 57 % nya memandang bullish harga emas. Wall Street dan Main Street kompak kemungkinan besar harga emas bakal kembali menunjukkan pola pergerakan volatilnya.

Harga emas pekan ini diperkirakan berpotensi untuk kembali menyentuh level psikologis $2.000/troy ons. Namun masih tetap ada satu catatan, yaitu adanya volatilitas yang cukup tinggi di pasar komoditi emas.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1981/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 2000/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1944/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1926/troy ons dan support 3 $1908/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2108 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*