SOLID GOLD BERJANGKA | DILANDA AKSI TAKING PROFIT

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS MELEMAH DILANDA OLEH AKSI TAKING PROFIT PASCA NAIK 5 HARI BERUNTUN

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas mengakhiri penguatan selama 5 hari berturut-turut disesi perdagangan Eropa pada hari Selasa (26/Oktober). Turun lebih dari -1 % ke level $ 1781.50/troy ons. Ditengah penguatan ekuitas Amerika Serikat yang membuat para pelaku pasar melakukan aksi taking profit terhadap emas.

Indeks acuan S&P mencetak rekor tertinggi begitu Facebook merilis laporan kuartalannya. Perusahaan berbasis teknologi tersebut menambahkan $ 50 juta ke program buyback sahamnya, sehingga mengerek saham sekitar 2 %. Tekanan pada harga emas tampak cukup dalam karena sebagian besar trader mengambil untung dari kenaikan harga emas belakangan ini. Mereka menggunakan profit tersebut untuk memborong ekuitas. Akibatnya, harga emas anjlok dan saham menguat.

Akan tetapi, dalam lima sesi perdagangan terakhir harga emas telah menghimpun kenaikan 2.5 %. Kekhawatiran akan risiko hiperinflasi dan ketidakpastian akan kebijakan bank-bank sentral. Untuk mengatasi masalah tersebut menjadi penyangga harga emas agar tak turun lebih jauh. Penguatan Dollar Amerika Serikat dalam beberapa sesi terakhir pun diprediksi tak akan terlalu berpengaruh bagi bullish emas.

Kenaikan suku bunga The Fed yang masih jauh, juga menjadi alasan bagi trader untuk menjadikan emas sebagai aset pilihan. Dalam pernyataannya akhir pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan tapering stimulus. Tetapi tidak untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Untuk minggu ini, sebagian besar analis memperkirakan sentimen terhadap emas masih bullish. Data penting minggu ini adalah statement ECB, Advance GDP Amerika Serikat kuartal ketiga, dan Core PCE Price Index Amerika Serikat.

ANALISA FUNDAMENTAL

Di pekan ini setidaknya ada 2 sentiment pasar yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas. Khususnya melawan dollar Amerika Serikat, dan membuat para pelaku pasar wait and see hingga saat ini.

Amerika Serikat akan merilis data produk domestik bruto (PDB). Hasil polling Reuters menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat. “hanya” tumbuh 2,8 % di kuartal III-2021, melambat dari sebelumnya 6,7 %. Rilis PDB Amerika Serikat jika lebih rendah dari prediksi tentunya akan memundurkan lagi ekspektasi kenaikan suku bunga. Apalagi, ketua bank sentral AS (The Fed) pada pekan lalu sekali lagi menegaskan. Belum saatnya untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat.

Data PDB Amerika Serikat akan dirilis pada Kamis (28/Oktober), sehari setelahnya akan dirilis data inflasi versi personal capital expenditure (PCE). Hasil survei Reuters menunjukkan inflasi PCE Inti tumbuh 3,7 % year-on-year (YoY) di bulan September. Lebih dari dari bulan sebelumnya 3,6 % YoY yang merupakan level tertinggi dalam 3 dekade terakhir. Jika rilis tersebut sesuai prediksi, maka kecemasan akan stagflasi akan semakin meningkat. Dan emas yang akan diuntungkan sebab menyandang status safe haven.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut Survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih bersikap bullish untuk emas. Sekitar 87 % pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan bullish. 13 % lainnya netral atau sideways dan tidak ada yang memperkirakan beraris. Sementara 60 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 22 % bearish, dan 17 % lainnya netral.

Beberapa analis memperkirakan bahwa harga emas dunia diprediksi mampu mencapai US$ 1.900/troy ons pada akhir tahun ini. Jika risiko stagflasi atau inflasi tinggi dengan pertumbuhan ekonomi menurun, semakin menguat.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1816/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1826/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1797/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1788/troy ons. Dan support ke 3 berada di level $ 1775/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2271 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*