SOLID GOLD BERJANGKA | JIKA TERLALU OPTIMIS

SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – Optimis Memang Bagus, tapi Kalau Berlebihan Juga Tidak Baik

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Optimis adalah sebuah sikap mental yang yakin bahwa sesuatu yang baik akan selalu datang. Normalnya, optimis mendatangkan kebaikan. Akan tetapi, jika terlalu optimis apakah ada akibat buruk yang ditimbulkan?

Benarkah terlalu optimis bisa menimbulkan akibat buruk?

Bersikap penuh pengharapan dan selalu berpikiran positif memang sering dikaitkan dengan sifat baik. Menjadi seseorang yang optimis tidak jarang mendatangkan hal-hal yang baik, seperti memotivasi Anda untuk mengejar impian.

Akan tetapi, pikiran positif tersebut tidak selamanya baik. Bahkan, terlalu optimis bisa membawa akibat buruk dalam hidup yang mungkin saja tidak Kamu sadari. Apa saja?

1. Mengambil keputusan yang buruk
Orang yang bersikap terlalu optimis memang tidak selamanya mengharapkan hidupnya berjalan mulus, tetapi sikap ini dapat membuat Kamu mengambil keputusan yang buruk.

Keputusan buruk tersebut muncul akibat orang yang terlalu optimis menganggap tidak ada yang perlu dikhawatirkan di masa depan sehingga membuatnya menjadi lengah.

SOLID GOLD BERJANGKA

Bisa jadi, mereka terlalu percaya dengan kemampuannya diri sendiri. Bahkan, kepercayaan diri tersebut tidak jarang membuat mereka menutup diri dari pendapat orang lain.

Misalnya, Kamu tidak belajar untuk ujian keesokan harinya karena Kamu selalu mendapat nilai yang baik, bahkan mengabaikan masukan dari teman yang berusaha memberikan informasi baru.

Padahal, menurut jurnal yang membahas tentang rasa optimis yang berlebihan, orang yang terlalu optimis justru lebih banyak membuat kesalahan ketika mengerjakan soal matematika.

Percaya diri memang harus, tetapi menuju medan perang tanpa mempersiapkan apa pun karena terlalu percaya dengan diri sendiri juga tidak baik.

2. Tidak menerima kenyataan seutuhnya
Berbeda dengan berpikiran positif tapi realistis, terlalu optimis dapat membuat Kamu menutup mata terhadap kenyataan.

Misalnya, Kamu mengira bahwa semua orang setuju dengan pidato yang Kamu sampaikan. Padahal kenyataannya pasti ada segelintir yang mungkin tak menyetujuinya.

Rasa optimisme yang berlebihan itu akhirnya membuat Kamu merasa sempurna dan tidak berusaha untuk memperbaiki kesalahan.

Hal ini juga bisa terjadi pada hubungan asmara. Kamu terlalu optimis bahwa hubungan Kamu pasti berjalan baik-baik saja karena Kamu merasa bahwa Kamu berdua pasangan ideal, sehingga membawa akibat Kamu tutup mata dengan konflik-konflik yang sebenarnya ada.

Terlalu optimis akan membawa akibat buruk, karena membuat Kamu terperangkap pada kondisi di mana Kamu hanya mau menerima yang baik-baik saja.

3. Mengabaikan risiko yang akan dihadapi
Salah satu akibat dari terlalu optimis adalah mengabaikan risiko yang mungkin dihadapi dari segala tindakan yang dilalui.

SOLID GOLD BERJANGKA

Misalnya, Kamu sangat yakin bahwa bisnis atau investasi yang sedang Kamu jalani akan memperoleh untung besar.

Sebenarnya, sifat tersebut baik karena membuat Kamu lebih termotivasi. Akan tetapi, jika optimisme berlebihan, Kamu malah tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi adanya risiko kegagalan.

Mengapa seseorang bisa terlalu optimis?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sifat optimis berlebihan ini akhirnya muncul, antara lain:

  • Kejadian yang sangat jarang terjadi. Misalnya, bencana alam seperti banjir sering disepelekan oleh orang yang tinggal di dataran tinggi.
  • Terlalu percaya terhadap kemampuan diri sendiri, sehingga membuat Kamu kurang persiapan terhadap risiko dari masalah yang sedang Kamu tangani.
  • Peristiwa negatif yang tidak mungkin terjadi pada kehidupannya, seperti merasa tidak mungkin menderita penyakit kanker karena telah menjalani gaya hidup sehat
  • Menyeimbangkan antara pikiran positif dan negatif kenapa saya masih jomblo
  • Berpikiran positif memang baik untuk menyemangati diri sendiri agar tidak cepat menyerah.

Akan tetapi, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terlalu optimis justru hanya mendatangkan akibat yang berpengaruh besar terhadap hidup Anda.

Oleh karena itu, cobalah untuk menyeimbangkan pola pikir Anda. Misalnya, berpikir rasional, tetapi masih bisa memiliki pandangan yang positif.

Contohnya, dibandingkan berpikir Kamu akan lulus ujian ini, lebih baik menggantinya dengan pikiran untuk melakukan yang terbaik apa pun hasilnya.

Setidaknya, hal tersebut dapat mengurangi rasa kecewa di dalam diri Kamu karena berharap terlalu lebih. Hal ini bertujuan agar Kamu mengakui setiap orang memiliki keterbatasan, kelemahan, dan kegagalan.

Pikiran seperti itu penting untuk melindungi diri Kamu dari akibat terlalu optimis dan setidaknya Kamu mengetahui dengan benar bahwa prinsip tiada usaha yang mengkhianati hasil itu sungguh benar adanya.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Hellosehat

About solid gold 1901 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*