SOLID GOLD BERJANGKA | KOLEKSI EMAS UNTUK BERLINDUNG

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – ANCAMAN INFLASI MEMBUAT INVESTOR MENGOLEKSI EMAS UNTUK BERLINDUNG

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas memperpanjang penguatan selama 4 hari berturut-turut disesi perdagangan pada hari Selasa (09/November) naik sebesar 0.42 % atau mencapai level $ 1832.70/troy ons ditengah Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) yang kembali tergelincir sehingga melanggengkan bullish emas saat ini. Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0.16% ke 94.06 menjelang publikasi data inflasi AS pekan ini, para investor masih mencerna laporan-laporan ekonomi dan rencana The Fed yang memulai pengurangan pembelian obligasi (tapering) bulan ini.

Para investor masih mengamati perkembangan data-data ekonomi, khususnya dari Amerika Serikat yang hari ini akan merilis data inflasi konsumen. Mereka juga mempertimbangkan pernyataan kebijakan moneter The Fed pekan lalu. Data inflasi harus jauh di atas ekspektasi apabila ingin mendapatkan kejutan yang kembali mengarah pada kekhawatiran akan suku bunga lebih tinggi. Namun, jika angka inflasi tercatat sesuai atau hanya sedikit di atas ekspektasi, maka tidak akan memberikan dampak yang terlalu tinggi.

Secara umum, saat ini bank-bank sentral masih menerapkan kebijakan yang bersifat akomodatif. sementara, arus aliran tunai dalam sistem finansial mengalir deras ke pasar emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai di tengah kenaikan inflasi.

Selain kebijakan The Fed, manuver Bank of England pekan lalu turut berpengaruh pada kenaikan harga emas. Diekspektasikan tinggi akan mengumumkan kenaikan suku bunga, bank sentral Inggris tersebut justru memilih untuk mempertahankan rate. Menyusul pengumuman tersebut, harga emaspun melonjak hingga 2 %.

Secara teknikal, break harga di atas level $ 1834 berpotensi mendorong emas lebih tinggi lagi ke $ 1900. Meski demikian, trend harga emas dalam jangka panjang cukup rendah, mengingat bank-bank sentral mungkin akan menambah pengetatan moneter guna mengimbangi kenaikan inflasi.

ANALISA FUNDAMENTAL

Minggu ini dari Amerika Serikat, data inflasi yang akan dirilis pada hari Rabu mendatang. Consumer Price Index (CPI) umum diperkirakan akan muncul di 5.3 % pada bulan Oktober, 0.1 % kurang dari 5.4 % di bulan September. CPI inti yang lebih menarik perhatian pasar dan the Fed diperkirakan muncul di 4 %. Setiap deviasi sedikit saja akan bisa menggoncang dollar Amerika Serikat. Di atas 4 % adalah positip bagi dollar Amerika Serikat dan sebaliknya.

The University of Michigan’s preliminary Consumer Sentiment Index untuk bulan November juga akan dipublikasikan. Meskipun kurang hubungannya dengan penjualan ritel, tetap menjadi penggerak pasar. Indikator ini gagal pulih dari penurunan tajam di bulan Agustus dan diperkirakan akan turun lebih jauh.

Disisi lain, saat ini berdasarkan data Commodity Futures Trading Commission (CFTC), posisi net long (beli bersih) trader untuk kontrak berjangka COMEX naik signifikan di bulan Oktober mencapai 701 ton dibandingkan dengan 537 ton di akhir September.

Kenaikan posisi net long pada kontrak emas tersebut mencerminkan bahwa pasar juga mengantisipasi adanya kemungkinan inflasi tinggi.

ANALISA TEKNIKAL

Aksi ambil untung bisa terjadi apabila harga emas telah di atas $ 1,818/troy ons. $ 1,819 adalah resistance yang cukup kokoh. Sekali terlewati akan bisa naik lebih tinggi lagi. Sementara ke arah sebaliknya, 1,786 bertindak sebagai support.
Menurut Survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih bersikap bullish untuk emas.

Sekitar 56 % pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan bullish, 11 % akan beraris, dan 33% lainnya netral atau sideways. Sementara 52 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 30 % bearish, dan 17 % lainnya netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1836/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1842/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1819/troy ons. Dan support ke 3 berada di level $1807/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

About solid gold 2271 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*