SOLID GOLD BERJANGKA | MELAKUKAN AKSI TAKING PROFIT

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS KEMBALI MENGUAT SETELAH PARA INVESTOR MELAKUKAN AKSI TAKING PROFIT

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas turun di awal sesi perdagangan Amerika Serikat pada hari selasa (14/Juli) turun ke level $ 1790.65/troy ons karena aksi ambil untung yang normal dari para trader jangka pendek setelah kenaikan harga emas yang bagus yang menyentuh ketinggian 9 tahun. Grafik tehnikal yang “bullish” dan kekuatiran geopolitik kemungkinan akan membuat para pembeli membeli dengan harga dibawah.

Meski jumlah kasus infeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terus bertambah dan membuat aura kecemasan di pasar terasa, harga emas seolah kurang bertenaga untuk bergerak ke atas lagi. Penguatan dollar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini membuat harga emas yang sudah tinggi menjadi lebih mahal, terutama bagi pemegang mata uang asing. Emas memang ditransaksikan dalam dollar Amerika Serikat.

Fakta bahwa pandemi Covid-19 masih terus menjadi ancaman bagi perekonomian global membuat fundamental emas kokoh. Minat investor terhadap bullion meningkat seiring dengan sudah rendahnya imbal hasil yang ditawarkan oleh aset safe haven lain seperti obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun. Jika melihat posisi imbal hasil obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun yang berada di level 0,616 % dan tingkat inflasi inti Amerika Serikat (PCE Core Inflation) di angka 1,2 % bulan lalu, maka tingkat suku bunga riil menjadi negatif.

Hal tersebut membuat investor melirik emas karena selain minim risiko, kenaikan harganya yang sudah sampai 18 % sepanjang tahun ini dan potensi kenaikan lanjutannya memang lebih menarik. Fakta inilah yang membuat opportunity cost untuk memegang emas sebagai non-yielding instrument alias instrumen investasi tanpa imbal hasil (suku bunga/dividen) menjadi rendah. Penurunan daya beli akibat inflasi inilah yang membuat investor memanfaatkan momentum untuk masuk ke emas.

Maklum, logam mulia ini diyakini sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi. Sehingga ketika harga emas menurun, momentum ini justru dimanfaatkan oleh para investor untuk membeli emas. Ke depan emas di perkirakan bisa tembus US$ 2.000/troy ons.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS ( XAUUSD )

Menurut analisa fundamental, bahwa pandemi Covid-19 masih terus menjadi ancaman bagi perekonomian global membuat fundamental emas kokoh. Para investor melirik emas karena selain minim risiko, kenaikan harganya yang sudah sampai 18 % sepanjang tahun ini dan potensi kenaikan lanjutannya memang lebih menarik.

Fakta inilah yang membuat opportunity cost untuk memegang emas sebagai non-yielding instrument alias instrumen investasi tanpa imbal hasil (suku bunga / dividen) menjadi rendah. Jika ditambah dengan rendahnya suku bunga acuan, program pembelian aset-aset keuangan oleh bank sentral hingga stimulus fiskal pemerintah, ancaman inflasi di masa depan menjadi risiko yang menyebabkan nilai uang mengalami devaluasi.

Penurunan daya beli akibat inflasi inilah yang membuat investor memanfaatkan momentum untuk masuk ke emas. Maklum, logam mulia ini diyakini sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi. Sehingga ketika harga emas menurun, momentum ini justru dimanfaatkan oleh para investor untuk membeli emas.

ANALISA TEKNIKAL EMAS ( XAUUSD )

Secara teknikal, Harga emas kini telah menembus level psikologis $ 1.800/troy ons bahkan ditutup diatas level $ 1800. jika harga emas bergerak dan bertahan diatas level tersebut, maka harga emas masih dapat melanjutkan penguatan untuk menembus resisten-resisten berikutnya. Akan tetapi, jika harga emas bergerak kembali dibawah level psikolohis $ 1800/troy ons, kemungkinan besar harga emas berpotensi koreksi ke level $ 1750/troy ons.

Sementara itu, hasil survei Kitco terhadap 17 analis di Wall Street menunjukkan 12 orang atau 70 % memprediksi emas akan menguat lagi pekan ini. Sebanyak 18 % memprediksi melemah, dan sisanya netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1818/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1830/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1794/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di
level $ 1782/troy ons dan support 3 $ 1761/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2108 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*