SOLID GOLD BERJANGKA | MEMPERTAHANKAN RELI PENGUATAN

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS MASIH MEMPERTAHANKAN RELI PENGUATAN SETELAH MENGALAMI PENURUNAN YANG CUKUP TAJAM

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas cenderung stabil di sesi perdagangan pada hari Selasa (12/Januari) setelah melorot tajam diawal pekan. Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat yang menyebabkan Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) kembali meraih penguatan setelah turun tajam di level terendah 3 tahun terakhir.

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat acuan bertenor 10 tahun kini sudah naik ke 1 %. Pasca tertekan hebat ke level terendah dalam dua setengah tahun dollar Amerika Serikat mengalami technical rebound. Dollar Amerika Serikat bangkit ke level 90.

Kenaikan imbal hasil membuat biaya peluang (opportunity cost) memegang aset tidak berimbal hasil seperti emas meningkat. Alhasil harganya tertekan. Sepanjang awal tahun ini harga emas itu telah merosot 2,5 %.

Namun, para pelaku pasar menganggap valuasi yang sudah tergolong tinggi memang berpotensi menyebabkan pasar saham mengalami koreksi sehat. Belakangan ini emas menjadi primadona di kalangan pelaku pasar dan dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi tinggi. Investor dan para trader tentunya memburu cuan yang lebih tebal untuk melindungi asetnya dari kemungkinan inflasi tinggi akibat kebijakan moneter akomodatif dan fiskal ekspansif yang ditempuh pemerintah Amerika Serikat.

Disisi lain, investor juga fokus memantau perkembangan di Washington setelah DPR yang dikendalikan Partai Demokrat pada Senin mengajukan pasal pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena menyulut penyerbuan massa ke gedung Capitol pekan lalu.

Selain itu, prospek stimulus fiskal tambahan pada tahun ini juga terus diperhatikan setelah Partai Demokrat mendominasi Senat dan Kongres. Presiden terpilih Joe Biden pada Jumat menjanjikan gelontoran stimulus ekonomi, yang disebutkan bernilai “triliunan dolar.“ Dia menjanjikan akan memberikan lebih banyak detil pada Kamis nanti, atau enam hari jelang hari pertamanya berkantor di Ruang Oval, Gedung Putih. Kebutuhan stimulus fiscal yang lebih besar akan semakin mendesak menyusul buruknya rilis data ketenagakerjaan per bulan Desember lalu.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Risiko yang masih membayangi benak pelaku pasar adalah kenaikan kasus corona di seluruh dunia, sehingga Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) cenderung bergerak mixed. Kenaikan kasus infeksi di Eropa menyita perhatian investor di tengah harapan vaksinasi massal di Benua Biru akan menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Investor juga fokus memantau perkembangan di Washington setelah DPR yang dikendalikan Partai Demokrat pada Senin mengajukan pasal pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena menyulut penyerbuan gedung Capitol pekan lalu. Selain itu, prospek stimulus fiskal tambahan pada tahun ini juga terus diperhatikan setelah Partai Demokrat mendominasi Senat dan Kongres.

Presiden terpilih Joe Biden pada Jumat menjanjikan gelontoran stimulus ekonomi, yang disebutkan bernilai “triliunan dolar.“ Pendiri DoubleLine Capital Jeff Gundlach mengingatkan bahwa valuasi pasar sudah relatif tinggi jika dibandingkan dengan standard historis di tengah risiko kenaikan inflasi yang ditopang stimulus bernilai besar.

Data dan peristiwa penting dari Amerika Serikat minggu ini adalah inflasi dan penjualan ritel bulan Desember 2020, serta pidato ketua The Fed Jerome Powell.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Analis pasar senior di OANDA, Edward Moya, mengatakan kenaikan yield Treasury dan penguatan dollar Amerika Serikat menjadi aktor utama di balik aksi jual yang menimpa emas. “Saat ini, kenaikan yield Treasury membuat dolar menguat, dan bertanggung jawab terhadap aksi jual yang menimpa emas,” kata Moya sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (8/Januari).

Moya bahkan memprediksi emas bisa berlanjut longsor hingga $ 100 dollar dalam waktu beberapa hari saja, dan menyarankan investor untuk memperhatikan pergerakan dollar Amerika Serikat. Moya menyebut level $ 1.770/troy ons akan menjadi support yang kuat bagi emas di pekan ini.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1811/troy ons dan support 3 $ 1800/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2200 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*