SOLID GOLD BERJANGKA | MEREDAKAN ISU TAPERING

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – BORONG! KETUA THE FED TELAH MEREDAKAN ISU TAPERING AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas masih terkapar lemah dan sekaligus berada di zona merah. Di sesi perdagangan pada hari Selasa (22/Juni) bergerak di area level $ 1790 – $ 1770/troy ons. Tren koreksi harga emas belum berhenti, sebulan ke belakang harga emas telah mencatat pelemahan sebesar 5,49 %. Sejak awal 2021, harga sudah rontok 6,26 % Sebelum pengumuman The Fed emas sudah berada di area jenuh beli (overbought). Di saat yang sama dollar Amerika Serikat juga sudah berada di area jenuh jual (oversold).

Sehingga wajar saja jika dolar rebound dan harga emas mengalami koreksi. Memang terjadi panic selling di pasar minggu lalu. Namun, beberapa analis melihat bahwa koreksi tajam menjadi daya tarik bagi investor untuk memborong emas kembali. Alasannya adalah The Fed lewat pendekatan barunya akan membiarkan inflasi mengalami overshoot dalam jangka pendek.

Dalam testimoni Ketua Dewan Gubernur ‘The Fed’, yang di gelar pada hari Rabu (23/Juni) dini hari. Pemulihan tersebut membawa dampak berupa tekanan inflasi yang mulai terasa beberapa bulan terakhir. Namun Powell menegaskan inflasi yang tinggi ini akan mereda karena hanya fase peralihan (transitory). “Ketika dampak fase peralihan di sisi pasokan (supply) ini mereda, maka inflasi diperkirakan kembali menuju 2 %,” sebut Powell. Seperti dikutip dari Reuters.

Oleh karena itu, Powell mengungkapkan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan. Percepatan laju inflasi saja tidak cukup untuk memaksa The Fed menaikkan Federal Funds Rate, apalagi inflasi dipandang hanya bersifat sementara. “Kami tidak akan menaikkan suku bunga hanya karena kekhawatiran kemungkinan percepatan laju inflasi. Kami akan menunggu lebih banyak bukti mengenai inflasi. Percepatan laju inflasi saat ini belum mencerminkan ekonomi secara keseluruhan, tetapi adalah efek langsung dari reopening,” jelas Powell.

Pernyataan Powell meredakan kekhawatiran pasar mengenai percepatan laju inflasi. Sebelumnya, investor khawatir bahwa inflasi tinggi akan bersifat persisten sehingga The Fed bakal mempercepat pengetatan kebijakan moneter (tapering off).

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa fundamental, Sentimen yang menggerakkan pasar adalah hasil paparan dari Ketua Bank Sentral Amerika Serikat Jerome ‘Jay’ Powell. Di hadapan House of Representatives (satu dari dua kamar parlemen yang
membentuk Kongres). Powell memyebut bahwa perekonomian Negeri Paman Sam terus membaik setelah dihantam keras oleh pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Pemulihan tersebut membawa dampak berupa tekanan inflasi yang mulai terasa beberapa bulan terakhir. Namun Powell menegaskan inflasi yang tinggi ini akan mereda karena hanya fase peralihan (transitory).

Isu taper tantrum yang mereda membuat pelaku pasar lebih tenang memborong aset-aset berisiko. Sebaliknya, aset aman (safe haven) seperti obligasi pemerintah Amerika Serikat menjadi tidak menarik karena mengalami penurunan yield. Untuk tenor 10 tahun, yield US Treasury Bonds turun 1,7 basis poin (bps) menjadi 1,4683 %.

Rilis data pekan ini, PMI pendahuluan bulan Juni oleh Markit diperkirakan akan agak melambat sementara. Penjualan rumah baru diperkirakan akan meningkat di bulan Mei. Selain itu, Durable Goods Order untuk bulan Mei akan dipublikasikan pada hari Kamis. Dan kemungkinan akan menunjukkan kenaikan di dalam investasi, setelah pada bulan lalu mengalami penurunan.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Tekanan bagi emas terlihat masih belum akan berakhir pada pekan depan. Hasil survei yang dilakukan Kitco terhadap 18 analis di Wall Street. Menunjukkan sebanyak 10 orang. Atau 56 % memberikan proyeksi bearish (tren menurun) bagi emas pekan depan.

Kemudian 22 % memberikan proyeksi bullish (tren naik) dan sisanya netral. Sementara itu survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street. Dari 2.174 partisipan sebanyak 52 % memberikan proyeksi bearish, 31 % bullish dan sisanya netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1784/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1796/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1761/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1750/troy ons. Dan support 3 $1741/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

About solid gold 2224 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*