SOLID GOLD BERJANGKA | TERUS MEMUKUL HARGA EMAS

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – KENAIKAN YIELD OBLIGASI AS TERUS MEMUKUL HARGA EMAS HINGGA TAK BERDAYA

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas mencatat penurunan dipenutupan perdagangan pada hari Selasa (28/September) sebesar -0.92 % ke level terendah 1.5 bulan terakhir di level $ 1726.90/troy ons akibat penguatan Dollar Amerika Serikat dan yield obligasi US Treasury. Selain itu, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam testimoni di hadapan Kongres Amerika Serikat, Selasa malam tentang ketenagakerjaan juga tidak mampu menahan harga emas dari penurunan.

Dollar Amerika Serikat menguat karena terangkat yield obligasi US Treasury. Yield naik selama empat hari berturutturut menuju level tinggi tiga bulan di atas 1.5 %. Dollar Amerika Serikat bersaing dengan emas sebagai safe haven, dan kali ini Dollar Amerika Serikat dianggap lebih menjanjikan. Dollar Amerika Serikat yang kuat membuat harga emas terasa lebih mahal bagi pembeli dengan uang selain Dollar.

Di sisi lain, testimoni Powell malam ini juga tidak memberikan dukungan berarti bagi emas. Ketua bank sentral AS tersebut mengatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat masih jauh dari pencapaian ketenagakerjaan penuh (maximum employment).

Ketenagakerjaan merupakan salah satu komponen penting dalam pertimbangan untuk menaikkan suku bunga. “Apa yang saya katakan (setelah pengumuman kebijakan moneter) minggu lalu adalah bahwa kita semua telah memenuhi semua syarat kecuali tes untuk melakukan tapering,” kata Powell, di hadapan Komite Perbankan Senat Amerika Serikat.

“Saya perjelas lagi bahwa kita, dalam pandangan saya, masih jauh dari memenuhi ujian untuk ketenagakerjaan penuh.”

Kendati demikian, para investor lebih memperhatikan dot plot yang telah dirancang oleh para pembuat kebijakan di bank sentral ketimbang pernyataan Powell tadi malam. “Dot plot yang dibuat oleh para anggota FOMC memberikan sinyal sebuah kenaikan suku bunga yang lebih awal daripada ekspektasi. Selain itu, kenaikan yield curve terus memberikan dampak negatif pada emas.

ANALISA FUNDAMENTAL

Minggu ini, menjadi pertanda bulan September akan berakhir. Dengan begitu, kalender 2021 akan memasuki periode kuartal keempat. Sentimen yang berpotensi menggerakkan pasar adalah rilis data manufaktur dan inflasi. Kenaikan inflasi di berbagai belahan dunia membuat sikap bank sentral menjadi lebih hawkish.

Di Amerika Serikat, akan ada rilis data yang cukup berdapak tinggi terhadap pasar global minggu ini, yang di mulai dari laporan data Indeks PMI manufaktur Amerika Serikat untuk bulan September akan memberikan gambaran apakah sektor faktori mengatasi kekurangan material dan tenaga kerja dan inflasi harga. Amerika Serikat juga akan mempublikasikan angka GDP kuartal ketiga yang final yang diperkirakan akan dikonfirmasi di 6.6 % QoQ.

Selain laporan rilis data makroekonomi Amerika Serikat, ketua The Fed ‘jerome Powell’ juga akan berpidato ketua The Fed yang akan di adakan pada hari Rabu (29/September). Tentunya ketua The Fed akan kembali membahas tentang proyeksi pertumbuhan Amerika Serikat baik dari tingkat suku bunga acuan, tapering dan tingkat inflasi di Amerika Serikat.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut Analisa teknikal, survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan sekitar 61 % analis Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan bearish, 22 % lainnya memperkirakan bullish, dan hanya 17 % yang memperkirakan netral atau sideways. Sementara 45 % analis Main Street memperkirakan bullish, 36 % bearish, dan 19 % lainnya netral.

Di lain sisi, koreksi harga emas dunia sepertinya masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas bisa menuju ke $ 1741/troy ons. Bahkan mungkin harga bisa turun lebih dalam ke kisaran $ 1724 – $ 1736/troy ons.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1745/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1758/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1720/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1708/troy ons. Dan support ke 3 berada di level $ 1692/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2254 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*