SOLID GOLD BERJANGKA | VARIAN BARU VIRUS CORONA

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – KILAU EMAS KEMBALI MEREDUP AKIBAT VARIAN BARU VIRUS CORONA

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas kembali melanjutkat pelemahan di sesi perdagangan pada hari Selasa (22/Desember) turun hingga -0.52 % ke level $ 1860.40/troy ons akibat lonjakan kasus virus corona di berbagai negara yang menyebabkan pembatasan sosial yang lebih ketat kembali diterapkan, selain itu juga virus corona di Inggris yang bermutasi.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengumumkan temuan varian baru virus corona bernama VUI 202012/01 atau dalam klaster pohon filogenetiknya (pohon kekerabatan berdasarkan data genetik) disebut sebagai varian B.1.1.7. Varian baru virus Corona tersebut dikabarkan memiliki 70 % peluang penularan lebih tinggi ketimbang strain awal. Akibatnya, banyak negara-negara yang menutup perbatasannya dengan Inggris. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi virus ini di Denmark, Belanda, dan Australia.

Kabar tersebut berdampak pada pasar keuangan global, sentimen pelaku pasar memburuk dan aset-aset berisiko rontok. Tidak hanya itu, aset aman (safe haven) seperti emas juga ikut melemah. Hal ini mengingatkan akan bulan Maret lalu saat virus corona ditetapkan sebagai pandemi. Saat kedua aset yang berlawanan sifat tersebut mengalami aksi jual masif dan ambrol, hingga muncul istilah “cash is the king”.

Sementara itu, demi meredam penyebaran penyakit akibat virus corona (Covid-19), pemerintah di berbagai negara menerapkan kebijakan pembatasan social, sehingga roda perekonomian menjadi melambat dan nyungsep ke jurang resesi. Terjadi kepanikan di pasar keuangan yang memicu aksi jual aset secara luas, dan semua investasi tertuju ke dollar Amerika Serikat yang dianggap mata uang safe haven dan bisa diterima di mana saja.

Walaupun, stimulus moneter dan fiskal tersebut menjadi “bahan bakar” bagi emas, ditambah dengan ambrolnya indeks dollar Amerika Serikat membuat harga emas sempat meroket hingga menembus level psikologis $ 1900/troy ons. Namun, sejak Senin kemarin, indeks dollar Amerika Serikat bangkit merespon kabar mutasi virus corona. Indeks tersebut bahkan sempat melesat lebih dari 1 %, sebelum terpangkas dan berakhir di level 90,043 nyaris stagnan dibandingkan posisi akhir Jumat pekan lalu. Pergerakan tersebut membuat emas turun tajam.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, Pelaku pasar masih dicekam kecemasan munculnya mutasi Covid-19 di Inggris. Temuan tersebut memaksa pemerintah Inggris menutup London dan kawasan Tenggara serta melarang kerumunan Natal.

Varian baru virus Corona, yang disebut 70 % lebih menular ketimbang strain sebelumnya telah teridentifikasi di Italia, Belanda, Belgia, Denmark dan Australia. Beberapa negara pun menutup perbatasannya dari Inggris dan melarang penerbangan ke Negeri Beatles tersebut.

Hal ini, menyebabkan kepanikan di pasar keuangan yang memicu aksi jual aset secara luas, dan semua investasi tertuju ke dollar Amerika Serikat yang dianggap mata uang safe haven dan bisa diterima di mana saja.

Namun, banyak kalangan termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menilai bahwa vaksin besutan Pfizer-BioNtech dan Moderna bakal efektif mengatasi varian terbaru itu dan mutasi virus Covid masih lebih lambat ketimbang virus flu musiman. Namun, Jonathan Golub, Kepala Perencana Investasi Credit Suisse Amerika Serikat, menilai bahwa pasar masih akan bergerak volatil dalam beberapa bulan ke depan, sebelum kemudian terjadi kenaikan belanja masyarakat pada pertengahan tahun 2021.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Potensi berlanjutnya kenaikan emas terlihat dari hasil survei terbaru dari Kitco yang mayoritas memberikan pandangan bullish (tren naik) pekan depan. Survei yang dilakukan terhadap 14 analis di Wall Street menunjukkan 11 orang atau 79 % memberikan pandangan bullish, 2 orang atau 14% memberikan pandangan netral, dan hanya 1 orang atau 7 % yang melihat emas bearish (tren menurun).

Sementara itu, survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dengan 1.048 responden menunjukkan 75 % memberikan pandangan bullish, 14 % bearish dan 11 % netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1901/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1922/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1861/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1841/troy ons dan support 3 $ 1826/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2235 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*