SOLID GOLD BERJANGKA | VOLATILITAS TINGGI TENGAH KEKHAWATIRAN

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – EMAS BERGERAK DENGAN VOLATILITAS TINGGI DITENGAH KEKHAWATIRAN TERHADAP PENYEBARAN VIRUS COVID-19 VARIAN DELTA

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas bergerak dengan volatilitas tinggi disesi perdagangan pada hari Selasa (20/Juli) bergerak dirange $ 1800 – $ 1825/troy ons akibat kekhawatiran para pelaku pasar akan virus Covid-19 varian Delta yang tentunya akan berpengaruh pada laju pertumbuhan ekonomi. Sehingga, pasar pun bergerak bervariasi karena para investor masih berspekulasi dalam menanggapi hal tersebut.

Kenaikan kasus penyakit akibat Covid-19 kini tidak hanya terjadi di Asia dan Eropa, Amerika Serikat juga ikut mengalaminya. Data dari Pusat Pengendalian dan Kontrol Penyakit (CDC) menunjukkan rata-rata penambahan kasus di Amerika Serikat dalam 7 hari terakhir sebanyak 26k orang, dua kali lipat lebih tinggi ketimbang satu bulan lalu. Pelaku pasar khawatir lonjakan kasus Covid-19 akan membuat perekonomian global kembali merosot.

Sementara inflasi saat ini sedang tinggi, sehingga disebut stagflasi. Ketakutan akan stagflasi menjadi kekhawatiran utama investor ketika kasus Covid-19 melonjak dan membuat perekonomian melambat sementara inflasi tetap menanjak Di tengah meningkatnya penyebaran virus corona varian delta dan inflasi yang meningkat tentunya menguntungkan bagi aset save haven seperti emas yang menyandang sebagai aset lindung nilai (hedging).

Selain itu, masih belum jelasnya kapan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan melakukan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) membuat dollar Amerika Serikat kesulitan menguat. Ketua The Fed Jerome Powell berulang kali meredam spekulasi tapering akan dilakukan di tahun ini.

Tingginya inflasi di Amerika Serikat sudah “memakan” korban, sentimen konsumen di Amerika Serikat merosot di bulan ini. Indeks keyakinan konsumen yang dirilis University of Michigan (UoM) menunjukkan angka 80,8 turun yang merupakan level terendah dalam 5 bulan terakhir, dan turun dari bulan Juni 85,5. Maklum saja, inflasi yang tinggi tentunya bisa memukul daya beli warga Amerika Serikat, dan berisiko menahan laju pemulihan ekonomi.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa fundamental, bias harga emas saat ini masih netral dan selanjutnya akan ditentukan oleh arah pergerakan US Dollar serta imbal hasil (yield) di pasar obligasi. Data dari Amerika Serikat yang perlu diperhatikan adalah indeks Manufacturing PMI dan Jobless Claims.

Virus corona varian delta sedang meningkat penyebarannya di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat Joseph “Joe” Biden, mengatakan penyebaran terjadi di negara bagian yang vaksinasi berjalan lambat. “Jadi tolong, tolong segera vaksinasi,” kata Biden sebagaimana dilansir Reuters.

Penyebaran virus corona varian delta membuat pasar saham mengalami aksi jual sejak senin kemarin, yang menjadi indikasi memburuknya sentimen pelaku pasar. Lagi-lagi, hal tersebut bisa menguntungkan bagi pergerakan harga emas kedepan karena menyandang sebagai sebagai aset fave haven.

Namun untuk saat ini, pasar global masih dibayangi oleh ketidakpastian yang sangat tinggi akibat pandemi, investor kembali memasang mode bermain sangat aman, yaitu memegang uang tunai (Cash is king). Tidak sembarang uang tunai, dollar Amerika Serikat yang jadi pilihan utama.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut Analisa teknikal, Hasil survei yang dihimpun Kitco.com menunjukkan bahwa sentimen pasar untuk emas masih bullish. Sekitar 56 % pemain Wall Street memperkirakan bullish, 19 % memperkirakan bearish, dan 25 % lainnya netral atau sideways.

Sementara itu, 67 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 17 % bearish, dan 16 % lainnya netral. Selain itu, Mark Chandler, managing director di Bannockburn Global Forex, mengatakan emas berpeluang menguji kembali resisten di kisaran $ 1.850/troy ons. Pada pekan lalu, emas mengakhiri perdagangan di $ 1.810/troy ons, artinya ada peluang kenaikan sekitar 2,2 % ke resisten tersebut.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1814/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1825/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1794/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1784/troy ons. Dan support 3 $ 1776/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2224 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*