SOLID GOLD BERJANGKA | YIELD OBLIGASI KEMBALI MENGUAT

SOLID GOLD BERJANGKA
SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS TURUN TAJAM DITENGAH YIELD OBLIGASI KEMBALI MENGUAT

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Harga emas terun tajam dan keluar dari level psikologis US $ 1.700/troy ons disesi perdagangan Eropa pada hari Selasa malam (30/Maret) turun hingga 1,6 % ke level $ 1678.50/troy ons atau sebagai level terendah 3 pekan terakhir, sebelum tutup di level $ 1683.20/troy ons.

Penguatan greenback serta yield obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun memberikan efek tekanan kombo bagi si logam kuning. Saat emas terjungkal lebih dari 1,5 %, indeks dollar naik 0,38 % dan yield tembus 1,73 %. Imbal hasil surat utang negara Amerika Serikat terus meningkat dan pada akhirnya juga ikut mengerek kinerja mata uang Paman Sam.

Volatilitas yang tajam kedua aset ini membuat harga emas terjebak di rentang US $ 1.600 – US $ 1.900. Kenaikan yield dalam sepekan terakhir karena pasar mengantisipasi lebih banyak stimulus. Presiden Joe Biden dijadwalkan untuk berbicara di Pittsburgh pada hari Rabu untuk menguraikan rencana ekonominya, termasuk belanja infrastruktur dan kenaikan pajak. Paket ekonomi ini diharapkan nilainya melebihi US $ 3 triliun.

Selain itu sentimen yang juga turut menekan harga emas adalah rencana Biden yang ingin memvaksinasi 90 % masyarakat Amerika Serikat untuk kelompok dewasa. Adanya vaksinasi diharapkan mampu membuat perekonomian nomor wahid di muka bumi itu bangkit.

Emas merupakan aset yang tergolong minim risiko. Emas diburu ketika kondisi perekonomian sedang tidak kondusif. Misalnya terjadi resesi seperti tahun lalu atau bahkan karena adanya inflasi yang tinggi. Namun ketika ekonomi pulih atau bangkit, emas berpeluang besar dilego para pemiliknya. Ketika ekonomi melaju kencang maka risk appetite investor membaik dan mereka lebih agresif dalam memburu aset-aset produktif yang memberi cuan lebih tebal seperti saham.

Di sisi lain potensi kenaikan suku bunga acuan juga akan menyebabkan borrowing cost menjadi lebih mahal. Investor yang meminta yield obligasi lebih tinggi akan membuat opportunity cost memegang emas sebagai aset tak berimbal hasil menjadi lebih mahal.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, Pekan ini, sentimen terkait gelombang serangan ketiga (third wave outbreak) pandemi Covid-19 masih menjadi perhatian pelaku pasar, baik di dalam negeri maupun di global. Dinamika ini membuat pelaku pasar mencemaskan prospek pemulihan ekonomi dunia.

Di Amerika Serikat, Kampanye vaksin di Amerika Serikat sedang mengejar 50 % dari populasi pada pertengahan bulan Mei setelah mencapai 25 % pada akhir bulan Maret. Setiap percepatan akan positip bagi dollar Amerika Serikat, sementara itu setiap gangguan akan bisa membebani
dollar Amerika Serikat.

Disisi lain, fokus pasar ke laporan NFP Amerika Serikat untuk bulan Maret. Para ekonom memperkirakan meningkatnya perekrutan karyawan sampai menjadi 500k setelah pada bulan Februari mencapai 379k. The Fed ingin melihat 9.5 juta orang yang menganggur segera kembali bekerja.

Laporan pekerjaan dari ADP untuk bulan Maret, diperkirakan akan lompat ke 400k dan akan menjadi pertanda kearah NFP dan akan membentuk ekspektasi. Sementara, angka PMI manufaktur dari ISM juga akan menjadi pertanda kearah NFP dan kemungkinan akan menunjukkan naiknya aktifitas sektor industri Amerika Serikat. Meskipun demikian kurangnya likuiditas bisa berdampak yang lebih besar terhadap reaksi pasar sehubungan dengan NFP dirilis pada saat liburan Good Friday.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Survei mingguan yang dilakukan Kitco menunjukkan mayoritas para analis memprediksi harga emas akan turun di pekan ini, meski yang meramal akan naik juga nyaris sama. Dari 16 analis Wall Street yang disurvei, sebanyak 8 analis memberikan proyeksi bearish (tren menurun), 7 analis bullish dan sisanya netral.

Hasil berbeda didapat ketika survei dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dengan partisipas sebanyak 807 orang. Hasilnya 47 % responden memberikan proyeksi bullish, 32 % bearish, dan sisanya netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1769/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1789/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1730/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1709/troy ons dan support 3 $ 1698/troy ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2197 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*