SOLID GOLD | BERKILAU DI AWAL TAHUN 2021 (January Effect)

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS AKAN BERKILAU DI AWAL TAHUN 2021 (January Effect)

SOLID GOLD JAKARTA – Dalam seminggu terakhir, harga emas berfluktuasi di bawah level psikologis $ 1900/troy ons dengan kecenderungan menguat. Kenaikan harga emas terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani RUU stimulus fiskal untuk bantuan COVID-19 senilai US $ 900 miliar pada awal minggu ini. Dengan adanya stimulus tersebut, pemerintahan Amerika Serikat akan terhindar dari shutdown.

Awal tahun 2021, harga emas diperkirakan masih akan naik dan berpotensi menembus level resistance kuat $ 1900/troy ons. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran pasar akan penyebaran varian baru virus COVID-19, dan kemungkinan penambahan nilai stimulus oleh The Fed. Dalam rapat terakhir pertengahan bulan ini, bank sentral Amerika Serikat tersebut menegaskan akan menjalankan kebijakan moneter ultra longgar dengan program pembelian asset, hingga pasar tenaga kerja mencapai full employment dan tingkat inflasi mencapai target 2 %.

Disisi lain, Dollar Amerika Serikat mencetak penurunan terbesar dalam 3 tahun terakhir di penghujung 2020 ini. Daya tarik Dollar Amerika Serikat memudar karena beberapa faktor, antara lain peningkatan outlook ekonomi global gegara prospek implementasi vaksin COVID-19, suku bunga The Fed yang sangat rendah, dan aksi pembelian obligasi The Fed.

Selanjutnya, para investor akan mengawasi pemilu di Georgia untuk dua kursi Senat pada hari Selasa pekan ini. Pimpinan Partai Republik Mitch McConnel menolak memberikan jadwal pasti untuk memungut suara Senat terkait hal tersebut. Namun demikian, pasar mengeksepktasikan bahwa dengan duduknya Joe Biden di kursi Presiden Amerika Serikat tahun ini, maka ada peluang besar bagi diloloskannyan tambahan stimulus fiskal Amerika Serikat.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa Fundamental, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebentar lagi akan lengser dari jabatannya, dan digantikan oleh Joseph ‘Joe’ Biden, pada 20 Januari mendatang. Biden sebelumnya sudah mengatakan akan menggelontorkan stimulus tambahan guna membantu perekonomian Amerika Serikat. Sehingga ke depannya, tekanan bagi dollar Amerika Serikat akan semakin bertambah. Emas dunia akan menguat saat mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut melemah, maka harganya akan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Alhasil permintaan berpotensi meningkat, harganya melesat.

Disisi lain Inggris akhirnya resmi ‘cerai’ dari kemitraan setengah abad dengan Uni Eropa. Kerajaan sah keluar dari pasar tunggal dan menempuh jalannya sendiri setelah parlemen Inggris menyetujuinya perjanjian perdagangan, Kamis (31/Desember/2020)

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Kepala riset komoditas di BNP Paribas, Harry Tchilinguirian, memprediksi harga emas memiliki momentum penguatan untuk kembali ke atas US $ 2.000/troy ons di semester I-2020. Tetapi setelahnya emas akan kehabisan tenaga di paruh kedua 2020. Tchilinguirian melihat, yield riil yang negatif akibat suku bunga rendah The Fed, menjadi faktor kunci emas akan kembali menguat. Sementara itu, pandangan bullish diberikan oleh Peter Hug, direktur global trading Kitco Metal. Ia melihat potensi kenaikan inflasi yang akan memicu penguatan harga emas.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1901/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1922/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1861/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1841/troy ons dan support 3 $ 1826/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2197 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*