SOLID GOLD | BERKILAU DITENGAH ANCAMAN INFLASI

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS BERKILAU DITENGAH ANCAMAN INFLASI AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD JAKARTA – Disepanjang pekan lalu, harga emas sempat mengalami tekanan ke level $ 1758.50/troy ons ditengah kekhawatiran para pelaku pasar terhadap tapering yang dilakukan oleh ketua The Fed.

Namun, diakhir sesi perdagangan harga emas membalikkan keadaan dan menguat hingga 1.95 % atau mencapai level tertinggi 2 bulan terakhir dilevel $ 1818.10/troy ons. The Fed memang resmi mengumumkan tapering akan dimulai bulan ini. Namun uniknya hal tersebut justru membuat harga emas naik. Dampak tapering kali ini memang berbeda dengan delapan tahun silam. Jika pada 2013 yield obligasi pemerintah Amerika Serikat naik tajam, diikuti dengan rontoknya harga emas, kali ini yang terjadi malah berbeda.

Tapering tahun 2021 sudah jauh-jauh hari diantisipasi oleh pasar. Kebijakan the Fed pun tidak jauh dari perkiraan market. Tapering dilakukan akhir tahun dengan laju pengurangan injeksi likuiditas sebesar US $ 15 miliar per bulan. Faktor lain yang membedakan tapering tahun ini dengan delapan tahun silam adalah inflasi. Adanya gangguan pada rantai pasok global di tengah pemulihan ekonomi yang berlangsung cepat membuat tekanan harga naik. Inflasi di negara maju maupun berkembang mengalami kenaikan. Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat tingkat inflasinya jauh di atas rata-rata jangka panjangnya dan target bank sentral 2 %.

Di sisi lain the Fed juga tak ingin tergesa-gesa untuk menaikkan suku bunga acuan sebelum kondisi ketenagakerjaan pulih dan mencatatkan pertumbuhan. Sampai di sini bisa dilihat bahwa harga emas masih berpeluang untuk naik, atau setidaknya tidak akan anjlok sedalam tahun 2013 silam. Apalagi data pasar menunjukkan bahwa investor mulai kembali meningkatkan posisi investasinya ke emas.

ANALISA FUNDAMENTAL

Minggu ini dari Amerika Serikat, data inflasi yang akan dirilis pada hari
Rabu mendatang. Consumer Price Index (CPI) umum diperkirakan akan muncul di 5.3 % pada bulan Oktober, 0.1 % kurang dari 5.4 % di bulan September. CPI inti yang lebih menarik perhatian pasar dan the Fed diperkirakan muncul di 4 %. Setiap deviasi sedikit saja akan bisa menggoncang dollar Amerika Serikat. Di atas 4% adalah positip bagi dollar Amerika Serikat dan sebaliknya.

The University of Michigan’s preliminary Consumer Sentiment Index untuk bulan November juga akan dipublikasikan. Meskipun kurang hubungannya dengan penjualan ritel, tetap menjadi penggerak pasar. Indikator ini gagal pulih dari penurunan tajam di bulan Agustus dan diperkirakan akan turun lebih jauh.

Disisi lain, saat ini berdasarkan data Commodity Futures Trading Commission (CFTC), posisi net long (beli bersih) trader untuk kontrak berjangka COMEX naik signifikan di bulan Oktober mencapai 701 ton dibandingkan dengan 537 ton di akhir September. Kenaikan posisi net long pada kontrak emas tersebut mencerminkan bahwa pasar juga mengantisipasi adanya kemungkinan inflasi tinggi.

ANALISA TEKNIKAL

Aksi ambil untung bisa terjadi apabila harga emas telah di atas $ 1,818/troy ons. $ 1,819 adalah resistance yang cukup kokoh. Sekali terlewati akan bisa naik lebih tinggi lagi. Sementara ke arah sebaliknya, 1,786 bertindak sebagai support.

Menurut Survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih bersikap bullish untuk emas. Sekitar 56 % pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan bullish, 11 % akan beraris, dan 33 % lainnya netral atau sideways. Sementara 52 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 30 % bearish, dan 17 % lainnya netral (sideways).

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1820/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1828/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1804/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1796/troy ons. Dan support ke 3 berada di level $ 1785/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2271 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*