SOLID GOLD | BERKILAU PASCA PERNYATAAN THE FED

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS BERKILAU PASCA PERNYATAAN THE FED

SOLID GOLD JAKARTA – Disepanjang pekan lalu, harga emas mencatat penguatan selama 3 hari berturut-turut dan menyentuh level tertinggi 5 pekan terakhir dilevel $ 1813.80/troy ons. Penguatan harga emas tersebut menguat sebesar 1.43 % dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Faktor pendorong harga emas terjadi pasca Ketua The Fed Jerome Powell menyinggung tapering dan kenaikan suku bunga di tengah lonjakan inflasi.

Dalam pidatonya, Powell menegaskan bahwa ekonomi Amerika Serikat saat ini sudah membutuhkan pengurangan stimulus, tetapi belum memerlukan kenaikan suku bunga. “Saya sangat yakin bahwa inilah waktunya untuk pemangkasan (stimulus). Namun, saya belum berpikir ini waktunya menaikkan suku bunga,” ungkap Powell dalam konferensi virtual.

Pimpinan bank sentral Amerika Serikat tersebut menambahkan bahwa masih kurang lima juta pekerjaan lagi jika ingin mengembalikan sektor ketenagakerjaan seperti pra pandemi. Selain itu, ia menegaskan pandangan bahwa kenaikan inflasi akan berkurang tahun depan seiring dengan melemahnya dampak pandemi terhadap ekonomi. “Kami rasa kami bisa bersabar (untuk tidak menaikkan suku bunga) sampai sektor ketenagakerjaan lebih sehat,” tutur Powell.

Pernyataan Powell tersebut dinilai dovish terhadap ekonomi Amerika Serikat meski inflasi kemungkinan tidak bertambah naik pada tahun depan, tetapi levelnya akan bertahan di tingkat yang tinggi. Hal ini, tentunya menjadi bahan bakan terhadap emas untuk menguat. Di satu sisi, emas bisa menguat dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan ke depan berkat fungsi anti-inflasinya.

Emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Tetapi sepanjang tahun ini masih melemah sekitar 6 %, sehingga tidak menutup kemungkinan emas ke depannya kembali menunjukkan “taringnya” sebagai lindung nilai terhadap inflasi, yang sudah terbukti sejak lama.

ANALISA FUNDAMENTAL

Dari Amerika Serikat, sentimen penting minggu ini antara lain adalah GDP Amerika Serikat kuartal ketiga. Di kuartal kedua ekonomi Amerika Serikat berkembang dengan cepat di 6.7 % karena ekonomi kembali dibuka, namun setelah itu kembali dilakukan restriksi-restriksi karena naiknya kembali kasus Covid – 19 sehingga ekonomi melambat. Pertanyaannya adalah seberapa melambatnya?

Selain angka GDP, investor juga menantikan laporan “personal consumption and investment” yang kemungkinan akan tetap tinggi. Sebelum keluarnya data GDP Amerika Serikat, angka Durable Goods Orders untuk bulan September menarik perhatian, karena akan menjadi salah satu data yang diperhitungkan di dalam penghitungan kalkulasi GDP.

Yang perlu dicatat lagi adalah rilis S&P Case Shiller House Price Index yang kemungkinan bisa mencapai 20 % YoY. Ketakutan akan menggelembungnya real-estate Amerika Serikat bisa memicu the Fed untuk menaikkan tingkat bunga bahkan ketika pemulihan ekonomi belum selesai. Hal ini bisa mendorong naik dollar Amerika Serikat.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut Survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih bersikap bullish untuk emas. Sekitar 87 % pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan bullish, 13 % lainnya netral atau sideways dan tidak ada yang memperkirakan beraris.

Sementara 60 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 22 % bearish, dan 17 % lainnya netral (sideways). Beberapa analis memperkirakan bahwa harga emas dunia diprediksi mampu mencapai US $ 1.900/troy ons pada akhir tahun ini, jika risiko stagflasi atau inflasi tinggi dengan pertumbuhan ekonomi menurun, semakin menguat.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1802/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1815/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1778/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1766/troy ons. Dan support ke 3 berada di level $ 1755/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2271 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*