SOLID GOLD | DATANGNYA STIMULUS JUMBO AMERIKA

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – PREPARE BUY! HARGA EMAS BERSIAP MEROKET SEIRING AKAN DATANGNYA STIMULUS JUMBO AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD JAKARTA – Pekan lalu, harga emas mengalami pelemahan yang cukup tajam setelah sebelumnya sempat rally hingga menyentuh level $ 1959.30/troy ons. Di akhir pekan, harga emas di tutup dibawah level psikologis $ 1900/troy ons yaitu di level $ 1846.76/troy ons, atau melemah sebesar 2.44 % dibandingkan minggu sebelumnya.

Katalis yang mendukung pelemahan harga emas adalah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat hingga lebih dari 1.1 %, serta prediksi akan memburuknya perekonomian Amerika Serikat pada kuartal pertama tahun ini menyusul rilis data Non Farm Payrolls bulan Desember yang negatif. Hal ini menyebabkan investor menjual aset safe haven emas, guna mendapatkan uang cash. Dengan demikian, Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) rebound dan ditutup di atas level 90.

“Kenaikan Yield Obligasi menarik sebagian pelarian safety money untuk keluar dari pasar emas,” kata Bob Haberkorn, analis dari RJO Futures. Namun, Haberkorn menambahkan bahwa meskipun penguatan Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) membebani harga emas, tetapi durasinya tidak akan lama. Pasalnya, ekspektasi tambahan
stimulus ekonomi AS akan membuat minat beli investor pada emas tetap tinggi.

Disisi lain, Kemenangan Demokrat dalam pemilu Senat Georgia memantik ekspektasi inflasi, karena partai tersebut cenderung mendukung tambahan stimulus fiskal dalam jumlah besar. Selain itu, hari ini Kongres juga mengesahkan kemenangan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat terpilih menggantikan Donald Trump. “Kemenangan
ganda partai Demokrat di Georgia menaikkan ekspektasi tambahan stimulus yang lebih besar dan anggaran infrastruktur yang lebih banyak,” kata Suki Cooper, analis dari Standard Chartered. Oleh karena itu, dalam jangka panjang hal itu akan mendukung harga emas.

Data dan peristiwa penting dari Amerika Serikat minggu ini adalah inflasi dan penjualan ritel bulan Desember 2020, serta pidato ketua The Fed Jerome Powell. Secara teknikal, koreksi emas diperkirakan masih akan berlanjut.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Emas sempat menjadi aset yang bersinar paling terang setelah pemerintah Amerika Serikat dan Senat menyepakati pengucuran stimulus lanjutan sebesar US$ 900 miliar. Ketika stimulus membanjir, dollar Amerika Serikat pun melemah dan emas-yang dibeli dengan dollar Amerika Serikat pun kian murah.

Penurunan harga emas tersebut terjadi setelah muncul berbagai kabar positif seputar vaksin Covid-19 yang membuat ekspektasi pelaku pasar terhadap prospek ekonomi global menjadi positif. Ketika ekonomi membaik, emas menjadi kurang
diburu dan investor masuk ke aset berisiko tinggi seperti saham yang membagikan keuntungan lebih tinggi.

Terbaru, CNBC International melaporkan bahwa studi lab mengindikasikan vaksin Pfizer dan BioNTech cenderung efektif melawan virus Corona strain terbaru-yang diduga lebih mudah menular-di Inggris dan Afrika Selatan.

Amerika Serikat menghadapi realitas politik yang benarbenar baru, di mana kubu Partai Demokrat menyapu bersih alat politik di Negara Adidaya dengan menguasai Gedung Putih, Senat, hingga DPR Amerika Serikat.

Ketika stimulus membanjir, maka dollar Amerika Serikat pun cenderung tertekan sehingga berinvestasi di pasar obligasi menjadi kurang menarik. Oleh karenanya, investor memburu aset aman lain yang masih menjanjikan keuntungan seperti misalnya emas.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, harga emas saat ini membentuk pola double top di level tertinggi 9 Nov tahun lalu $ 1965.55/troy ons dengan level tertinggi pekan lalu di level $ 1959.30/troy ons. Setelah mencetak level tertinggi pada 9 nov tahun lalu harga emas langsung mengalami pelemahan dengan bobot $ 115 poin.

Hal serupa terjadi pada pekan lalu, dimana setelah mecetak rekor tertingginya di awal tahun 2021 di level $ 1959.30/troy ons harga emas langsung mengalami pelemahan dengan bobot $ 132 poin. Oleh karena itu, hal tersebut menandakan signal untuk prepare buy di level yang cukup rendah saat ini.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di
level $ 1811/troy ons dan support 3 $ 1800/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2165 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*