SOLID GOLD | DITENGAH PELAMAHAN USD DAN YIELD OBLIGASI

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – POTENSI PENGUATAN HARGA EMAS TERLIHAT JELAS DITENGAH PELAMAHAN USD DAN YIELD OBLIGASI AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD JAKARTA – Disepanjang pekan lalu harga emas membukukan kenaikan yang cukup tajam sebesar 1.89 % atau mencapai level tertinggi 22 februari lalu di level $ 1783.80/troy ons sebelum tutup di level $ 1775.60/troy ons.

Apresiasi penguatan harga emas di dorong oleh pesimisme pasar terhadap peluang Fed Rate Hike yang melemahkan Dollar dan yield obligasi Amerika Serikat. Yield obligasi US Treasury terpuruk ke level terendah satu bulan di 1.5 %, semakin menjauhi puncak tertinggi satu tahun di 1.7 %.

Hal ini membuat Indeks Dollar Amerika Serikat merosot 0.12 % ke 91.5, level terendah satu bulan terakhir atau melemah selama dua pekan berturut-turut, ini merupakan performa USD yang terburuk dalam tujuh minggu terakhir. Data Penjualan Ritel Amerika Serikat yang dilaporkan menguat tidak banyak membantu posisi Dollar Amerika Serikat.

Saat ini, pasar semakin pesimis akan prospek tapering The Fed walaupun inflasi Amerika Serikat menembus 2 %.

Pasalnya, sejumlah pejabat The Fed telah menggaungkan bahwa suku bunga akan dijaga di level rendah karena kenaikan inflasi hanya dinilai bersifat sementara. Salah satu pejabat yang menyatakan hal tersebut adalah presiden The Fed wilayah San Fransisco, Mary Daly. Ia menyatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat saat ini masih jauh dari kemajuan menuju target inflasi 2 %.

Selain itu, sektor ketenagakerjaan juga masih terkendala. Selama ini, inflasi dan ketenagakerjaan memang menjadi pertimbangan utama The Fed untuk menentukan kebijakan moneter. Kebijakan akomodatif cenderung membebani yield obligasi pemerintah dan menaikkan daya tarik emas.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa fundamental, pemicu kenaikan harga emas juga muncul dari pernyataan ketua bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell Rabu lalu yang menyebutkan perekonomian Amerika Serikat memang sudah membaik, dan inflasi juga akan terus naik.

Kenaikan inflasi membuat harga emas menjadi lebih menarik lagi karena fungsinya sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap risiko gerusan inflasi. Di tengah situasi demikian, The Fed menyatakan masih akan mempertahankan kebijakan uang longgar hingga krisis berakhir.

Akibatnya, imbal hasil (yield) Treasury Amerika Serikat kembali melemah menjadi 1,528 % atau jauh lebih rendah dari posisi tertinggInya tahun ini pada 1,776 %. Treasury kini dianggap pesaing emas sebagai aset aman (safe haven). Bedanya, US Treasury memberikan yield. Dengan kondisi tersebut, saat yield obligasi pemerintah Amerika Serikat tersebut terus melemah maka posisi emas menjadi diuntungkan, dan cenderung diburu.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat ke posisi 7 minggu tertingginya oleh melemahnya Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) dan turunnya yields US Treasury, sehingga harga emas secara mingguan menguat ke level $ 1,783.80/troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara range di $ 1800/troy ons sempai $ 1745/troy ons.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1800/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1817/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1760/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1745/troy ons dan support 3 $ 1731/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2180 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*