SOLID GOLD | EKSPEKTASI INFLASI AMERIKA YANG MASIH TINGGI

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – PELAMAHAN HARGA EMAS MASIH TERBATAS DITENGAH EKSPEKTASI INFLASI AMERIKA SERIKAT YANG MASIH TINGGI

SOLID GOLD JAKARTA – Disepanjang pekan lalu harga emas sempat mencatat penguatan hampir 1 % atau mencapai level tertinggi 2 bulan terakhir di level $ 1797.60/troy ons. Namun, disesi penutupan perdagangan harga emas memangkas penguatan sebesar -0.39 % ke level $ 1762.60/troy ons, sebelum tutup pada level $ 1776.60/troy ons.

Harga emas merespon laporan rilis data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat yang merilis data klaim tunjangan baru sebanyak 547k unit. Angka itu jauh lebih baik dari proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones yang mengestimasikan angka 603k. Artinya, sinyal pemulihan ekonomi kian terlihat, di tengah vaksinasi yang
diharapkan memicu pembukaan kembali ekonomi di Amerika Serikat.

Ketika ekonomi dipersepsikan baik-baik saja, investor pun mengurangi kepemilikan di aset lindung nilai (hedging) dan memindahkannya ke aset yang lebih berisiko seperti saham.

Akan tetapi, pelemahan harga emas terbatas ditengah seiring di pasar keuangan dollar Amerika Serikat dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat yang sebelumnya ‘ngamuk’sekarang sudah melandai.

Indeks dolar yang tadinya di atas angka 93 kini turun ke 91. Disaat yang sama yield surat utang pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun yang tadinya tembus 1,75 % kini turun menjadi 1,55 %. Pelemahan keduanya menurunkan biaya peluang memegang aset tidak berimbal hasil seperti emas.

Disisi lain, masih ada satu hal yang bisa mendorong emas naik yaitu inflasi yang tidak terkendali. Dengan adanya likuiditas berlimpah dan kebijakan moneter longgar, ada kekhawatiran inflasi yang tinggi akan terjadi. Jika melihat angka, analis dan pelaku pasar ada yang berspekulasi inflasi tinggi akan terjadi jika ekonomi semakin bergeliat karena ada penambahan hampir US $ 12 triliun ke neraca bank sentral dunia menurut catatan IMF.

Pasokan uang beredar yang tinggi itulah yang membuat harga emas melesat tajam.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa fundamental, Fokus para pelaku pasar pekan ini tertuju pada, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menggelar rapat bulanan yang keputusannya akan dibacakan pada Kamis dini hari.

Pelaku pasar memperkiraka Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega akan mempertahankan suku bunga acuan di 0-0,25 %. Mengutip CME FedWatch, peluangnya adalah 95,6 %. Probabilitas kenaikan 25 bps
ke 0,25-0,5 % hanya 4,4 %.

Investor patut mencermati bagaimana posisi The Fed terhadap laju inflasi di Negeri Paman Sam yang semakin cepat. Jika ada kalimat (baik tersirat maupun tersurat) bahwa The Fed mulai mewaspadai percepatan laju inflasi, maka ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan bakal semakin besar. Bukan tidak mungkin
Federal Funds Rate bakal naik lebih cepat, tidak 2023 seperti perkiraan semula.

Apabila ini yang terjadi, maka bersiaplah menjadi saksi kebangkitan dollar Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga acuan akan ikut mengerek imbalan investasi aset-aset berbasis dollar Amerika Serikat sehingga permintaan terhadap mata uang ini bakalnaik sehingga nilai tukarnya menguat.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, peluang penguatan terbuka lebar setelah membentuk pola Double Bottom, dan melewati neckline di
kisaran US $ 1.755/troy ons. Bottom pola ini berada di kisaran US$ 1.676/troy ons. Sehingga ketika neckline ditembus secara konsisten emas berpeluang naik dengan besar yang sama. Artinya, koreksi yang terjadi terhadap harga emas saat ini wajar dalam pasar perdagangan.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1800/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1817/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1760/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di
level $ 1745/troy ons dan support 3 $ 1731/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2180 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*