SOLID GOLD | EMAS HATI – HATI TERHADAP DEMAND

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – SENTIMEN BEARISH MASIH MENDOMINASI HARGA EMAS HATI – HATI TERHADAP DEMAND

SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas disepanjang pekan lalu turun tajam ke level terendah 6 pekan terakhir. Dan membukukan pelemahan sebesar -6.05 % atau mencapai level $ 1760.70/troy ons sebelum tutup dilevel $ 1763.35/troy ons disesi penutupan perdagangan pada hari Jumat (18/Juni).

Depresi harga emas disebabkan oleh Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mengubah proyeksi kenaikan suku bunga. The Fed mengindikasikan akan suku bunga bisa naik dua kali di tahun 2023. Masing-masing 25 basis poin hingga menjadi 0,75 %.

Artinya, jika perekonomian Amerika Serikat semakin membaik. Ada kemungkinan suku bunga akan naik tahun depan, jauh lebih cepat dari proyeksi sebelumnya. Kenaikan suku bunga membuat emas tak berdaya, sebab merupakan aset tanpa imbal hasil.

Selain itu, saat suku bunga naik maka opportunity cost dalam berinvestasi di emas menjadi meningkat. Di sisi lain, proyeksi kenaikan suku bunga tersebut membuat dollar Amerika Serikat perkasa. Indeks dollar Amerika Serikat melesat 1,8 % ke 92,346, level terkuat sejak awal April. Ketika dollar Amerika Serikat menguat, maka emas dunia yang dibanderol dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sehingga permintaannya menjadi menurun.

Sentimen bearish masih mendominasi pasar emas, yang membuat harganya berisiko turun lagi. Tetapi beberapa analis juga mengatakan penurunan emas terlalu berlebihan, dan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kembali membeli. “Kami telah menunggu lama koreksi harga ini dan perlahan kami akan mulai membeli emas,”. Kata Philip Streible, kepala strategi investasi di BUle Line Futures, sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (18/6/2021).

ANALISA FUNDAMENTAL

Perhatian tertuju ke testimoni ketua The Fed, Jerome Powell, akan menjadi perhatian pelaku pasar. Guna mencari kejelasan terkait tapering atau pengurangan nilai pembelian aset (quantitative easing/QE). Ketua The Fed dalam pengumuman kebijakan moneternya Kamis lalu tidak menyebutkan mengenai masalah tapering, tetapi menyiratkan sudah mendiskusikan hal tersebut.

Tetapi, jika suku bunga akan dinaikkan lebih cepat dari sebelumnya. Artinya tapering juga kemungkinan besar akan lebih cepat, terjadi di semester II tahun ini. Apalagi The Fed juga menaikkan proyeksi inflasi tahun ini menjadi 3,4 % dari sebelumnya 2,4 %.

Jika Powell menyiratkan tapering akan dilakukan di semester II tahun ini. Tentunya lebih cepat daru spekulasi pasar sebelumnya di awal tahun depan. Maka pasar finansial berisiko mengalami gejolak dan termasuk juga harga emas.

ANALISA TEKNIKAL

Tekanan bagi emas terlihat masih belum akan berakhir pada pekan depan. Hasil survei yang dilakukan Kitco terhadap 18 analis di Wall Street menunjukkan sebanyak 10 orang atau 56 %. Memberikan proyeksi bearish (tren menurun) bagi emas pekan depan. Kemudian 22 % memberikan proyeksi bullish (tren naik) dan sisanya netral.

Sementara itu survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street. Dari 2.174 partisipan sebanyak 52 % memberikan proyeksi bearish, 31 % bullish dan sisanya netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1784/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1796/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1761/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2. Di level $ 1750/troy ons dan support 3 $ 1741/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2273 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*