SOLID GOLD | EMAS KE DALAM PORTOFOLIO BISNIS

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – KETIDAK-JELASAN STIMULUS AMERIKA SERIKAT MENDORONG INVESTOR MEMASUKKAN EMAS KE DALAM PORTOFOLIO BISNIS

SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas kembali tertekan di akhir sesi penutupan perdagangan pada hari jumat (16/Oktober) turun sebesar -0.47 % ke level $ 1.896,90/troy ons, sebelum tutup pada level $ 1.899,00/troy ons ditengah penguatan Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) akibat ketidakjelasan soal paket stimulus ekonomi Amerika Serikat. Antara pemerintahan Donald Trump, Partai Republik dan Partai Demokrat belum juga sepaham dalam hal besaran stimulus yang akan digelontorkan.

Masifnya stimulus yang di gelontorkan oleh pemerintah dan bank sentral Amerika Serikat membuat pasar kebanjiran likuiditas. Artinya ada pasokan uang yang begitu melimpah sehingga memicu terjadinya devaluasi nilai tukar dalam hal ini mata uang Indeks dollar Amerika Serikat (DXY). Para investor pun melihat ada risiko inflasi tinggi di masa depan akibat kebijakan ini ketika ekonomi berangsur pulih.

Adanya inflasi tinggi menjadi ancaman, sehingga membuat investor memasukkan emas ke dalam portofolionya dengan tujuan untuk diversifikasi maupun proteksi (hedging) terutama terhadap inflasi. Faktor fundamental inilah yang membuat harga emas terbang dan sangat sensitif atau ketergantungan akan stimulus.

Disisi lain, dalam waktu dekat masyarakat Amerika Serikat akan memilih siapa yang bakal menjadi Presiden mereka untuk empat tahun ke depan. Jelang pemilu Amerika Serikat yang dihelat 3 November nanti, biasanya pasar memang cenderung wait & see. Namun setelah pemilu selesai dan pemerintahan baru terbentuk, maka harga emas berpeluang naik lagi. Apalagi jika yang menjabat sebagai presiden Amerika Serikat ke depannya adalah Joe Biden.

Sebagai seorang Demokrat, analis melihat kebijakan Joe Biden yang cenderung bagi-bagi uang secara masif akan sangat menekan Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY). Di saat yang sama ketika dollar Amerika Serikat tertekan, harga emas justru seperti mendapat kekuatan dan bakal menjadi primadona kembali.

Minggu ini, rilis data penting datang dari China, yang akan melaporkan data GDP (Gross Domestic Product) kuartal III-2020, dan dari Amerika Serikat akan dirilis PMI-Manufaktur Amerika Serikat serta pidato dari ketua The Fed Jerome Powell.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS (XAUUSD)

Menurut analisa fundamental, Para analis memprediksi pasar emas masih dinaungi sentimen bullish alias masih terbuka peluang penguatan. Namun penguatan yang diperkirakan terjadi pada sepekan ke depan diyakini bersifat terbatas karena minimnya katalis baru.

Dalam survei harga emas yang dilakukan Kitco News pada minggu ini, mayoritas analis Wall Street melihat ada kemungkinan kenaikan harga emas minggu depan. Namun sentimen pendorong penguatan terbilang lemah, sehingga penguatan bersifat terbatas.

Direktur Pelaksana RBC Wealth Management, George Gero mengatakan bahwa meskipun harga emas akan bullish dalam jangka pendek masih ada kekhawatiran. Ekonomi Amerika Serikat dan global yang mulai pulih diperkirakan bisa jatuh ke dalam resesi sehingga mendorong penguatan emas.

Pekan ini, investor patut mencermati debat calon presiden Amerika Serikat yang akan dihelat pada Jumat malam waktu setempat. Ada enam topik yang akan dibahas yaitu perang melawan pandemi virus corona (Covid-19), keluarga, ras, perubahan iklim, keamanan nasional, dan kepemimpinan.

Selain itu, rilis data penting datang dari China, yang akan melaporkan data GDP kuartal III-2020, dan dari Amerika Serikat akan dirilis PMI Manufaktur serta pidato dari ketua The Fed.

ANALISA TEKNIKAL EMAS (XAUUSD)

Secara teknikal, Pekan ini ada 16 analis berpartisipasi dalam survey yang dilakukan Kitco News pada minggu ini, mayoritas analis Wall Street melihat ada kemungkinan kenaikan harga emas minggu depan.

Ada sebanyak 10 analis atau 63 % menyerukan kenaikan akan harga emas. Lalu 2 analis atau 13 % menyerukan harga akan lebih rendah minggu ini dan 4 analis atau 25 % melihat harga bergerak stabil (sideways).

Meskipun sentimen di kalangan pemilih ritel tetap bullish, namun minat investor terhadap emas masih terbatas. Sebab harga emas masih tetap tertahan di sekitar US $ 1.900 per ounce.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1913/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1925/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1889/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1877/troy ons dan support 3 $ 1865/troy ons.
SOLID GOLD

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2106 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*