SOLID GOLD | MASIH KUAT DITENGAH ANCAMAN INFLASI

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS MASIH KUAT DITENGAH ANCAMAN INFLASI AMERIKA SERIKAT YANG TAK TERKENDALI

SOLID GOLD JAKARTA – Disepanjang pekan lalu, harga emas sempat menguat disesi perdagangan awal pekan dan mendekati level psikologis $ 1800/troy ons. Namun, disesi penutupan perdagangan akhir pekan lalu harga emas memangkas penguatan sebesar -0.30 % atau mencapai level $ 1763.40/troy ons sebelum tutup pada level $1768.30/troy ons dan kini menjauhi level
psikologis $ 1.800/troy ons.

Tekanan pada emas terjadi seiring sejumlah sentimen negatif yang membayangi, seperti
sinyal kebangkitan dollar Amerika Serikat dan aset digital yang menyaingi harga emas. Akan tetapi, pelemahan harga emas terbatas akibat Kamis dini hari, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menegaskan tidak akan mengubah kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Suku bunga
0,25 % masih akan dipertahankan setidaknya hingga tahun 2023, meskipun perekonomian
Amerika Serikat diakui tumbuh lebih tinggi ketimbang prediksi.

Di saat-saat seperti sekarang ini ketika bank sentral dunia memompa likuiditaslebih dari
US $ 12 triliun ke sistem keuangan, banyak yang khawatir inflasi tinggi bakal terjadi. Pasokan uang yang tumbuh dengan pesat bisa memantik terjadinya kenaikan harga emas sebagai
aset safe haven.

Alasan emas masih diminati para investor karena harga emas berperan sebagai lindung nilai (hedging) terhadap inflasi. Di tengah kebijakan bank sentral global yang ultra akomodatif dengan suku bunga rendah dan kebijakan cetak uang yang menggembungkan neraca bank sentral hingga US$ 12 triliun, ekspektasi inflasi meningkat.

SOLID GOLD ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa fundamental, Harga emas turun terus beberapa hari ini dan semakin menjauhi level US $ 1.800/troy ons. Padahal inflasi menunjukkan adanya tanda-tanda kenaikan. Tekanan pada emas juga terjadi seiring dengan kenaikan serangan gelombang kedua Covid-19 di India.

India merupakan konsumen emas terbesar di dunia. Saat lockdown akibat kenaikan kasus infeksi yang drastis, permintaan perhiasan dari emas di India mengalami penurunan.

Sebagai informasi, permintaan emas untuk perhiasan di Negeri Bollywood anjlok 35 % (yoy). Jika pada 2019 permintaan emas mencapai 690,4 ton, permintaan si logam kuning tahun lalu hanya 446,4 ton. Kombinasi kenaikan harga yang tajam dibarengi dengan daya beli masyarakat yang rendah akibat resesi membuat permintaan menurun. Meksipun permintaan untuk perhiasan menurun, tetapi permintaan emas untuk investasi meningkat tahun lalu.

Hanya saja jelang akhir tahun 2020, risk appetite yang semakin membaik di tengah likuiditas global berlimpah dan kabar positif vaksin membuat para investor dan spekulan lebih agresif memburu cuan.

SOLID GOLD ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, harga emas saat ini sedang menguji level 50 % fib, $ 1760/troy ons. Jika harga emas menembus level tersebut secara konsisten maka harga emas berpotensi melanjutkan pelamahan.

Akan tetapi, jika harga emas dapat bertahan dan bergerak diatas level 50% fib, $ 1760/troy ons secara konsisten, maka harga emas masih memiliki potensi penguatan ke level $ 1800/troy ons pekan ini.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1800/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1817/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1760/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1745/troy ons dan support 3 $ 1731/troy ons.

SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2259 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*