SOLID GOLD | LAJU PENGUATAN HARGA EMAS TERHAMBAT

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – LAJU PENGUATAN HARGA EMAS TERHAMBAT PASCA LAPORAN DATA RITEL PENJUALAN AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD JAKARTA – Setelah sempat menguat menyentuh level psikologis $ 1800/troy ons. Harga emas berbalik melemah sebesar -1.59 % ke level $ 1764.50/troy ons dan ditutup pada level $ 1767.00/troy ons.

Meskipun demikian, penutupan harga emas masih ini lebih tinggi 0.59 % dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Faktor pendorong positifnya harga emas pada pekan lalu adalah kekhawatiran pelaku pasar akan inflasi yang akan lepas kendali. Saat itu terjadi, emas menjadi salah satu aset yang diuntungkan. Sebab secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi.

Inflasi di Amerika Serikat bahkan berada di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Inflasi tersebut bisa semakin tinggi mengingat harga energi sedang meroket. Meskipun positif, namun laju pergerakan emas masih cenderung tertahan pada pekan ini. Pengurangan nilai program pembelian aset atau tapering bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi penahan laju penguatan emas.

Selain itu, data penjualan ritel Amerika Serikat periode September 2021 yang masih kuat juga menjadi penghambat laju pergerakan emas dunia. Sehingga pada Jumat kemarin, harganya kembali ambles. Departemen Perdagangan Amerika Serikat melaporkan penjualan ritel Negeri Paman Sam pada September 2021 tumbuh nyaris 14% secara tahunan. Secara bulanan, penjualan ritel Amerika Serikat cenderung stabil sebesar 0,7 % sejak Agustus lalu.

Di lain sisi, menguatnya kembali imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat. (Treasury) pada perdagangan Jumat kemarin juga turut menekan pergerekan harga emas. Yield Treasury acuan bertenor 10 tahun menguat 5,5 basis poin (bp) ke level 1,574% pada penutupan perdagangan Jumat kemarin (15/Oktober).

ANALISA FUNDAMENTAL

Minggu ini, fokus para pelaku tertuju terhadap sentiment yang terjadi di Amerika Serikat. Setelah isu batas hutang diperpanjang, Demokrat memiliki waktu untuk bergerak lagi dengan dua undang-undang belanja. Tidak adanya berita berarti negosiasi terus berlanjut. Setiap kesepakatan akan bisa mendorong naik sentimen, sementara itu setiap tidak ada kesepakatan akan membebani sentimen pasar.

Investor juga akan melihat apakah klaim pengangguran tetap di bawah 300.000. PMI pendahuluan untuk bulan Oktober dari Markit juga menarik perhatian. Di bulan September, manufaktur mencapai 60 poin yang merefleksikan pertumbuhan yang kuat sementara jasa di sekitar 55. Menunjukkan ekspansi yang solid dan moderat.

Selain itu, para investor terus mencermati perkembangan isu tapering oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Dalam risalah rapat FOMC terbaru, The Fed disebut bersiap untuk mulai mereduksi laju pembelian aset. Mulai pertengahan November atau pertengahan Desember.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut Survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih bersikap bullish untuk emas. Sekitar 38.5 % pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan bullish. 38.5 % bearish, dan 23 % lainnya netral atau sideways. Sementara 68 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 19 % bearish, dan 13 % lainnya netral (sideways).

Beberapa analis memperkirakan bahwa harga emas dunia diprediksi mampu mencapai US $ 1.900/troy ons. Pada akhir tahun ini, jika risiko stagflasi atau inflasi tinggi dengan pertumbuhan ekonomi menurun, semakin menguat.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1763/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1773/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1745/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1736/troy ons. Dan support ke 3 berada di level $ 1724/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2271 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*