SOLID GOLD | OPTIMISME TAPERING AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS TERTEKAN DITENGAH OPTIMISME TAPERING AMERIKA SERIKAT

SOLID GOLD JAKARTA – Disepanjang pekan lalu, sempat menguat dan menembus level psikologis ke level $ 1810.35/troy ons. Namun, diakhir sesi penutupan perdagangan pada hari Jumat (29/Oktober) harga emas tertekan tajam hingga lebih dari 1 % ke level $ 1771.70/troy ons. Faktor penurunan harga emas terjadi pasca laporan rilis data makro ekonomi Amerika Serikat yang positif, sehingga yield obligasi kembali menguat dan indeks Dollar Amerika Serikat pun rebound.

Consumer Spending Amerika Serikat bulan Agustus direvisi naik dari 0.8 % menjadi 1 %. Hasil positif data inflasi dan belanja konsumen tersebut memicu ekspektasi akan kebijakan moneter agresif The Fed untuk memerangi lonjakan inflasi.

Akibatnya, yield obligasi 10-tahunan Amerika Serikat naik setinggi 1.6190 %, Dollar melonjak hampir satu persen, dan harga emas tertekan. Para trader di pasar global telah secara agresif menaikkan outlook mereka terhadap pengetatan moneter, di tengah krisis energi, dan gangguan rantai pasokan yang menggenjot inflasi. Hal itu membuat pasar mengekspektasikan risiko exit (keluar dari kebijakan moneter longgar) yang lebih cepat.

Walaupun emas dianggap sebagai aset anti inflasi, tetapi pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung akan menaikkan yield obligasi pemerintah dan Dollar Amerika Serikat.

Jika demikian, maka daya tarik emas sebagai aset tak berbunga terancam meredup. Selanjutnya, fokus pasar akan tertuju pada pengumuman kebijakan moneter The Fed bulan ini. Pandangan Ketua The Fed Jerome Powell yang masih meyakini bahwa kenaikan inflasi saat ini hanya bersifat sementara, mulai diragukan menyusul data inflasi Amerika Serikat terbaru.

ANALISA FUNDAMENTAL

Minggu ini pasar sedang menantikan tapering yang akan diadakan pada bulan Nopember yang bisa memicu turunnya harga emas. Pasar memproyeksikan the Fed akan mulai melakukan tapering dengan mengurangi pembelian dari assets senilai $ 120 miliar tiap bulannya.

Selain masalah tapering, minggu ini Amerika Serikat akan mengeluarkan laporan data pekerjaan yaitu Non-Farm Payrolls. Dua kali data Non-Farm Payrolls sangat mengecewakan, di bulan September hanya sedikit penambahan yaitu 194.000 pekerjaan. Para ekonom memperkirakan kenaikan dua kali lipat sebanyak 385.000 pekerjaan di bulan Oktober, dengan upah tetap di 4.6 % secara tahunan.

Sebelum keluarnya data NFP, PMI dari ISM akan dipublikasikan dan bisa dipakai untuk menebak NFP yang akan keluar. PMI dari ISM diperkirakan akan keluar di atas angka 60 yang merefleksikan pertumbuhan yang kuat.

Selain PMI ISM, laporan pekerjaan dari sektor swasta yang akan dikeluarkan oleh ADP juga bisa menggoyang pasar. Pada laporan bulan lalu, menunjukkan kenaikan sebanyak 568.000 posisi yang jauh di atas dari yang diperkirakan.

ANALISA TEKNIKAL

Menurut Survey yang dihimpun Kitco.com menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih bersikap bullish untuk emas. Sekitar 15 % pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan bullish, 53.8 % akan beraris, dan 30.8 % lainnya netral atau sideways. Sementara 60.5 % pemain Main Street memperkirakan bullish, 22.5 % bearish, dan 17 % lainnya netral (sideways).

Pada pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan memberikan dampak signifikan terhadap harga emas dan diperkirakan berpotensi turun dilevel $ 1745 – $ 1721/troy ons.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1802/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 $ 1815/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1778/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 $ 1766/troy ons. Dan support ke 3 berada di level $1755/troy ons.
SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2271 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*