SOLID GOLD | Para Pelaku Pasar Terhadap Virus Corona

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – Harga Emas Mengabaikan Hasil Rilis Data NFP Amerika Serikat Seiring Kekhawatiran Para Pelaku Pasar Terhadap Virus Corona

SOLID GOLD JAKARTA – Pergerakan harga emas di sepanjang pekan lalu sempat melemah hingga level $ 1547.3/troy ons, sebelum ditutup pada level $ 1570.10/troy ons atau mengalami kenaikan sebesar 1.22 % dibandingkan dengan harga penutupan minggu sebelumnya.

Pelemahan harga emas di awal pekan terutama disebabkan oleh naiknya minat pelaku pasar terhadap aset-aset berisiko, setelah bank sentral China menggelontorkan dana hingga 1.2 triliun Yuan untuk menjaga likuiditas dan mencegah terjadinya gejolak finansial akibat virus corona.

Disamping itu, hasil rilis data ISM Manufacturing Amerika Serikat dan ADP Non Farm yang di atas perkiraan juga menekan harga emas. Membaiknya data-data ekonomi Amerika Serikat tersebut menyebabkan indeks USD dan pasar saham menguat. Meski demikian, kekhawatiran pasar akan dampak virus corona terhadap perekonomian global masih belum berakhir.

Pertumbuhan ekonomi China yang diperkirakan bakal melambat akan berdampak juga terhadap ekonomi Amerika Serikat dan negara-negara lain, sehingga pelaku pasar kembali masuk dan membeli aset safe haven seperti emas dan Yen Jepang.

Selain itu, Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat melaporkan bahwa NFP Amerika Serikat bertambah 225,000 jobs pada bulan Januari 2020. Pertumbuhan Upah hanya 0.2 %, lebih rendah dari pada ekspektasi kenaikan ke 0.3 %, sementara Tingkat Pengangguran Amerika Serikat naik dari 3.5 % menjadi 3.6 %.

Data ketenagakerjaan tersebut memang menguatkan Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) terhadap mata uang-mata uang lainnya, akan tetapi tidak terhadap safe-haven seperti emas.

Pasalnya, virus Corona yang masih menyebar sementara penemuan obat dan vaksin tidak disambut oleh WHO, membuat para investor takut membeli aset-aset dengan profil risiko tinggi.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS (XAUUSD)

Menurut analisa fundamental, Harga emas masih kuat naik jangka pendek seiring kekhawatiran atas pelambatan ekonomi karena epidemi virus corona. Kekhawatiran para pelaku pasar terhadap virus corona yang mewabah membuat mereka mengabaikan hasil rilis data ekonomi Amerika Serikat yang positif pada hari jumat malam (07 / 02).

Disisi lain, lembaga kesehatan bentukan PBB tersebut menyebutkan bahwa antibiotic virus corona yang ditemukan oleh China hanya dapat membasmi bakteri, tidak dapat membasmi virus apapun termasuk Corona.

WHO juga mencatat bahwa belum ada obat atau vaksin resmi yang khusus untuk menanggulangi virus tersebut. Pengabaian dari WHO ini membuat minat risiko
pasar kembali melemah, sehingga mendorong harga emas berkilau kembali. Menurut analisa penyebaran virus ke wilayah dan negara baru merupakan isu yang diwaspadai,
dan dapat memberikan support bagi harga emas.

Pekan ini, pelaku pasar masih akan fokus pada wabah virus corona yang belum teratasi. Selain itu, ketua The Fed Jerome Powell akan mengadakan testimoni di
depan House dan Senat. Data penting dari Amerika Serikat minggu ini adalah inflasi dan penjualan ritel bulan Januari.

ANALISA TEKNIKAL EMAS (XAU USD)

Menurut analisa teknikal, Harga emas setelah mengalami penguatan signifikan akibat reaksi pasar atas kekhawatiran virus corona yang semakin mewabah. Sehingga para investor tetap berlindung terhadap asset save haven seperti emas.

Harga emas saat ini sedang menguji resistance 1 yaitu di level $ 1572/troy ons jika, harga emas dapat menembus resitance tersebut makan dapat melanjutkan kenaika ke resistance 2 di level $ 1585/troy ons. Untuk perubahan trend pergerakan harga emas (bearish) berada pada level $ 1560/troy ons, jik, harga emas dapat menembus
kembali support tersebut, kemungkinan besar dapat harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1547/troy ons.

Minggu ini, pelaku pasar masih akan fokus pada wabah virus corona yang belum teratasi. Selain itu, ketua The Fed Jerome Powell akan mengadakan testimoni di depan House dan Senat. Data penting dari Amerika Serikat minggu ini adalah inflasi dan penjualan ritel bulan Januari.
SOLID GOLD

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2090 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*