SOLID GOLD | PASAR GLOBAL MENJELANG AKHIR TAHUN

SOLID GOLD
SOLID GOLD

SOLID GOLD – HARGA EMAS MENJADI PRIMADONA DI PASAR GLOBAL MENJELANG AKHIR TAHUN

SOLID GOLD JAKARTA – Sepanjang pekan lalu, harga emas kembali mengalami apresiasi naik ke level $ 1896.30/troy ons atau menguat 2.2 % dibandingkan minggu sebelumnya dan ditutup pada level $ 1880.16/troy ons.

Harga emas mengalami kenaikan selama 3 minggu berturut-turut akibat merosotnya Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) hingga ke level 89.7, terendah sejak bulan April 2018. Selain itu, pelaku pasar menahan diri untuk masuk ke asset berisiko menjelang liburan akhir tahun.

Anjloknya Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) terutama dipicu oleh pernyataan The Fed yang dovish. Dalam rapatnya minggu lalu, bank sentral Amerika Serikat tersebut berkomitmen untuk menjalankan program pembelian obligasi hingga perekonomian menunjukkan pemulihan. Selain itu, ketua Jerome Powell juga menegaskan akan
mempertahankan suku bunga acuan tetap rendah hingga waktu yang cukup lama.

Dalam dot plot The Fed, tingkat suku bunga acuan diproyeksikan baru akan naik pada tahun 2023. Disisi lain, stimulus moneter dan fiskal di Amerika Serikat akan menjadi pemicu penguatan emas di tahun depan. Dengan stimulus tersebut, jumlah mata uang yang beredar akan meningkat, dan memicu inflasi. Emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, sehingga permintaannya akan meningkat.

Pekan ini, harga emas diperkirakan masih naik oleh ekspektasi akan cairnya stimulus di Amerika Serikat dalam waktu dekat. House dan Senat telah mencapai kesepakatan stimulus senilai $900 miliar. Dana tersebut mencakup bantuan langsung tunai, tapi belum termasuk subsidi untuk pelaku bisnis dan pemerintahan lokal. Perundingan masih akan dilakukan untuk mendapat persetujuan kedua belah pihak. Data penting minggu ini adalah Final GDP Amerika Serikat kuartal ketiga.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa Fundamental, Jebloknya dollar Amerika Serikat menjadi pemicu kenaikan tersebut. Saat mata uang Paman Sam ini melemah, maka harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan berpeluang meningkat.

Ada kemungkinan stimulus tersebut akan cair 2 hari ke depan, sebab DPR dan Senat Amerika Serikat baru saja meloloskan UU untuk pendanaan pemerintah Amerika Serikat guna menghindari shutdown hari Sabtu waktu setempat. UU tersebut akan mendanai pemerintahan Amerika Serikat selama 2 hari saja, dan DPR serta Senat berharap dapat menyelesaikan paket stimulus juga dalam 2 hari.

Stimulus moneter dan fiskal membuat jumlah uang yang beredar di perekonomian bertambah, sehingga nilai tukar dollar Amerika Serikat melemah. Di sisi lain, stimulus tersebut juga merupakan “bahan bakar” bagi emas dunia untuk menguat.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Potensi berlanjutnya kenaikan emas terlihat dari hasil survei terbaru dari Kitco yang mayoritas memberikan pandangan bullish (tren naik) pekan depan. Survei yang dilakukan terhadap 14 analis di Wall Street menunjukkan 11 orang atau 79 % memberikan pandangan bullish, 2 orang atau 14 % memberikan pandangan netral, dan hanya 1 orang atau 7 % yang melihat emas bearish (tren menurun). Sementara itu, survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dengan 1.048 responden menunjukkan 75 % memberikan pandangan bullish, 14% bearish dan 11 % netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1901/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1922/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1861/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $1841/troy ons dan support 3 $ 1826/troy ons.
SOLID GOLD

SGB JAKARTA / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2197 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*